kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.952   15,68   0,18%
  • KOMPAS100 1.234   4,97   0,40%
  • LQ45 870   2,35   0,27%
  • ISSI 326   1,69   0,52%
  • IDX30 442   2,68   0,61%
  • IDXHIDIV20 521   4,22   0,82%
  • IDX80 137   0,61   0,44%
  • IDXV30 145   1,22   0,85%
  • IDXQ30 142   1,08   0,77%

Era Digital Ubah Strategi Perbankan, Penataan Kantor Cabang Makin Agresif


Minggu, 11 Januari 2026 / 21:42 WIB
Era Digital Ubah Strategi Perbankan, Penataan Kantor Cabang Makin Agresif
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah BRI (KONTAN/Baihaki). Gelombang digitalisasi layanan perbankan terus mengubah lanskap industri keuangan nasional dimana banyak kantor cabang ditutup.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Saat ini, CIMB Niaga berencana mempertahankan jumlah kantor cabang konvensional di kisaran sekitar 300 outlet. Menurut Lani, ke depan perseroan tidak melihat adanya kebutuhan untuk memangkas cabang secara agresif seperti pada periode sebelumnya.

“Mayoritas saat ini tidak banyak penurunan jumlah kantor cabang lagi. Fokus kami lebih kepada optimalisasi fungsi cabang,” imbuhnya.

Alih-alih menutup cabang, CIMB Niaga akan lebih menitikberatkan pada relokasi dan peningkatan kualitas layanan. Sejumlah kantor cabang akan dikembangkan menjadi cabang hybrid atau dikonversi menjadi cabang digital, guna meningkatkan kenyamanan dan pengalaman nasabah.

Langkah ini sejalan dengan strategi transformasi digital CIMB Niaga yang mendorong integrasi layanan fisik dan digital, tanpa mengabaikan peran cabang sebagai titik layanan dan konsultasi keuangan bagi nasabah.

Baca Juga: Inflow Valas Allo Bank Stabil pada Akhir 2025, Target DPK Valas Agresif pada 2026

Terkait dampak terhadap tenaga kerja, Lani menegaskan bahwa pengelolaan jumlah karyawan dilakukan melalui perencanaan kapasitas (capacity planning). Dengan demikian, penyesuaian jaringan cabang tidak serta-merta diikuti dengan pengurangan jumlah pegawai.

“Jumlah karyawan di cabang mengikuti capacity planning untuk memastikan kualitas pelayanan kepada nasabah tetap terjaga,” jelasnya.

Di sisi lain, per September 2025 PT Bank Central Asia (BCA) memiliki 1.264 kantor cabang di berbagai daerah, jumlah itu masih meningkat secara tahunan dari 1.259 di September 2024.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 80% di antaranya telah menerapkan inovasi perangkat dan aplikasi pendukung digital. 

“Transformasi cabang BCA menjadi cabang digital telah dilakukan sejak 2018, di mana mesin dan aplikasi digital dapat digunakan nasabah secara mandiri dan didukung teknologi terkini,” jelas Hera.

Menurut Hera, kantor cabang masih memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada nasabah, karena layanan digital tidak sepenuhnya dapat menggantikan relasi antara nasabah dengan BCA.

Selanjutnya: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Analis Ingatkan Investor Disiplin Kelola Risiko

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×