kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.103   -81,28   -1,13%
  • KOMPAS100 982   -10,72   -1,08%
  • LQ45 720   -6,84   -0,94%
  • ISSI 254   -3,03   -1,18%
  • IDX30 391   -2,66   -0,68%
  • IDXHIDIV20 485   -2,06   -0,42%
  • IDX80 111   -1,06   -0,95%
  • IDXV30 135   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,71%

Eximbank incar proyek ekspor kereta


Jumat, 11 Agustus 2017 / 22:27 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

MEDAN. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau yang biasa dikenal dengan sebutan Indonesia Eximbank tengah menjajaki sejumlah proyek untuk dimasukkan ke dalam program national interest account (NIA).

Direktur Pelaksana I Eximbank Dwi Wahyudi menyebut proyek ekspor dari PT INKA menjadi salah satu yang disasar. Termasuk dari kelanjutan ekspor gerbong kereta ke Bangladesh.

Sebelumnya Eximbank sudah membiayai produsen kereta api ini dalam proyek ekspor 150 gerbong kereta ke negara Asia Selatan tersebut. "Ke depan ada prospek untuk ekspor 250 gerbong kereta lagi ke sana," kata dia, Jumat (11/8).

Selain Bangladesh, ada beberapa tender lain yang juga diikuti oleh INKA mulai dari gerbong kereta, lokomotif, sampai jasa servis. Diantaranya dari Sri Lanka, Zambia, dan Nigeria.

Beberapa perusahaan pelat merah juga ikut disasar oleh Eximbank. Diantaranya adalah PT Dirgantara Indonesia yang mendapatkan pesanan pesawat dari Sinegal, Madagaskar, dan Thailand. Begitu juga PT PAL yang mendapatkan pesanan kapal dari Filipina dan Thailand.

Ada juga PT Pindad yang disebutnya sedang menjajaki peluang ekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah.

NIA sendiri adalah salah satu penugasan dari pemerintah kepada Eximbank. Lewat program ini, Eximbank mendapat mandat untuk mendorong potensi ekspor yang visible namun tidak bankable.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×