Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini bisnis layanan pembiayaan produktif di bawah naungan PT FIF Group, yakni Finatra mencatat pertumbuhan aset yang signifikan sejak mulai beroperasi pada tahun 2022.
Division Head Finatra, Cicilia Tri Hapsariningtyas, menjelaskan secara historis pertumbuhan aset yang dibukukan sejak pendirian Finatra.
Pada periode awal pendirian, yaitu April-Desember 2022, aset yang dibukukan sebesar Rp 37,8 miliar. Angka ini kemudian melonjak signifikan pada tahun keempat beroperasi menjadi Rp 1,4 triliun dengan kontrak aktif sebanyak 30.968 unit per 2025.
Menurutnya, salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan kinerja ini adalah kekuatan Finatra sebagai bagian dari FIF Group.
Baca Juga: BSN Cetak Aset Rp 73 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 83 Miliar Tahun 2025
"Sebenarnya kalau kekuatan Finatra itu karena memang masih lini bisnisnya FIF Group, maka customer atau database FIF Group bisa kami jadikan data repeat order (RO) untuk bisa ditawarkan ke pembiayaan produktif," ujarnya di acara Beyond Banking: Memperluas Ekosistem Terintegrasi dari Konsumen hingga Solopreneur, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, portofolio penyaluran pembayaran Finatra didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan porsi mencapai 75,37%.
Diikuti oleh sektor perumahan dan bisnis jasa sebesar 14%, lalu sektor pertanian tanaman, peternakan, perburuan, dan kegiatan serupa sebanyak 6,2%, kemudian sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebanyak 2,66%, serta sektor perumahan dan bisnis jasa di angka 1,45%.
Baca Juga: Kinerja Industri Perasuransian Tumbuh 5,95% pada 2025, Aset Tembus Rp 1.201 Triliun
Untuk mendukung ekspansi bisnis, mereka telah melakukan perluasan jaringan dan terus memperkuat pendampingan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain untuk memperluas pembiayaan, upaya tersebut dilakukan agar bisa membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














