kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Fitch bilang perbankan tertekan, OJK jamin aman


Rabu, 02 September 2015 / 17:10 WIB
Fitch bilang perbankan tertekan, OJK jamin aman


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings melansir laporan yang menyebutkan bahwa profil kredit bank-bank kelas kakap di Indonesia memiliki daya tahan di tengah tekanan kurs rupiah, penurunan harga komoditas dan kredit macet alias non performing loan (NPL).

Fitch Ratings menilai, bank-bank besar  memiliki dukungan kuat, terutama dari sisi permodalan.

Namun, jangan senang dulu. Pasalnya, laporan teranyar Fitch Ratings juga menyebut, bank-bank kelas menengah justru semakin tertekan.  Pasalnya, eksposur kredit dalam mata uang dollar AS bejibun.

Meski demikian, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad menyatakan dia tak khawatir.

Menurut Muliaman, bank-bank yang banyak bermain di sektor komoditas dan terkena dampak peningkatan NPL, telah memiliki sokongan cukup baik.

"Memang benar ada satu dua  bank yang terpukul NPL tinggi karena pertambangan. Tetapi, sejauh ini, skalanya kecil, lah. Beberapa bank punya sokongan modal yang memadai. Jadi, aman," ujar Muliaman kepada KONTAN usai pertemuan dengan IMF, Rabu (2/9).

Muliaman menambahkan, ada dua bank asing yang mencoba mengelola risiko-risiko kredit bermasalah dari bank terkait. Dua bank asing ini ingin memperbaiki NPL bank dengan mengambil alih lewat anak usaha mereka.

Dalam keterangan persnya, Julita Wikana, Direktur Fitch Ratings, mengungkapkan, meski tertekan, secara umum bank berukuran menengah masih memiliki cadangan permodalan mencukupi.

"Terutama, bank yang terafiliasi dengan bank asing berperingkat tinggi," imbuh Julita.

Sekadar informasi, pelemahan pada sektor tambang dan komoditas mempengaruhi penurunan kualitas aset pada sektor perbankan.

Hal ini tampak pada peningkatan rasio NPL menjadi 2,6% pada akhir Mei 2015 ketimbang akhir tahun 2013 silam, yaitu 1,8%.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×