kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

BTN Targetkan Bisa Meluncurkan Paylater pada Tahun Ini


Minggu, 19 Juli 2026 / 15:37 WIB
BTN Targetkan Bisa Meluncurkan Paylater pada Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan dapat meluncurkan layanan paylater pada tahun ini. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan dapat meluncurkan layanan paylater pada tahun ini. Saat ini, BTN masih menyelesaikan pengembangan sistem, aspek bisnis, serta proses perizinan sebelum produk tersebut resmi dipasarkan.

Direktur Information Technology (IT) BTN Tan Jacky Chen mengatakan, pengembangan layanan paylater dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek bisnis, kepatuhan terhadap regulasi, dan tata kelola.

"Saat ini kami mulai melakukan pengembangan. Secara bisnis juga sedang dilakukan pengajuan untuk perizinan, sekaligus memperkuat dari sisi regulasi dan compliance. Kami targetkan bisa hadir tahun ini," ujar Jacky usai menghadiri OJK Banking Forum 2026, baru-baru ini.

Baca Juga: Fitch Kerek Peringkat Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Jadi AA+, Ini Alasannya

Menurut Jacky, skema paylater yang disiapkan BTN akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing segmen nasabah. Perseroan masih mematangkan model bisnis serta use case yang akan diterapkan sebelum layanan tersebut diluncurkan.

"Nanti setiap profil dan segmen akan berbeda. Use case-nya juga akan kami sesuaikan dengan profil nasabah yang kami anggap eligible menerima fasilitas paylater maupun yang mengajukan," katanya.

Ke depan, layanan paylater akan diintegrasikan dengan aplikasi Bale by BTN, yang saat ini menjadi super apps andalan perseroan.

"Bale tetap berjalan sebagai produk champion kami. Nantinya berbagai layanan, termasuk paylater, akan masuk melalui Bale sebagai gateway layanan digital BTN," ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan layanan digital tersebut, BTN juga meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) teknologi informasi pada tahun ini sekitar 10%–15% dibandingkan tahun lalu.

Menurut Jacky, tambahan investasi tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pengembangan layanan digital, tetapi juga memperkuat infrastruktur teknologi, jaringan, lisensi, pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta keamanan siber.

Baca Juga: Bisnis Asuransi Perdagangan Menopang Pertumbuhan Premi Asuransi Asei

Hingga semester I 2026, realisasi penyerapan capex TI telah mencapai lebih dari 50% dari target tahun ini. Perseroan memperkirakan penyerapan investasi akan semakin besar pada paruh kedua tahun ini seiring penyelesaian sejumlah proyek pengembangan teknologi.

Sejalan dengan pengembangan layanan digital, BTN juga memperkuat sistem keamanan transaksi. Perseroan memanfaatkan teknologi yang mampu mengenali pola transaksi nasabah sehingga dapat memberikan peringatan apabila terdapat aktivitas yang tidak sesuai dengan kebiasaan pengguna.

Selain itu, BTN terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta pelaku industri perbankan lainnya untuk mempercepat pertukaran informasi mengenai potensi ancaman siber dan pola transaksi mencurigakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×