kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Gara-gara corona, hasil investasi asuransi jiwa minus Rp 47,05 triliun di kuartal I


Minggu, 28 Juni 2020 / 19:57 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi polis asuransi jiwa Sequis Life.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja hasil investasi industri asuransi jiwa turun tajam akibat sentimen pandemi corona (Covid-19) yang berimbas pada anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, hingga kuartal I 2020, hasil investasi industri asuransi jiwa tumbuh negatif 450,8% menjadi minus Rp 47,05 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni di posisi Rp 13,41 triliun.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyebut, sentimen corona mempengaruhi kinerja investasi pemain asuransi jiwa yang banyak berinvestasi ke saham dan reksadana saham. Akibatnya, hasil investasi mereka ikut tertekan.

Baca Juga: Gara-gara corona, industri asuransi jiwa terkena dampaknya

"Namun perlu diingat, bahwa industri asuransi jiwa bersifat jangka panjang. Jadi, situasi jangka pendek saat ini tidak bisa dijadikan gambaran investasi industri dalam jangka panjang," kata Togar, Jumat (26/6).

Yang jelas, kata dia, selama instrumen investasi tersebut tidak dijual, maka kerugian investasi yang terjadi hanya dalam pencatatan laporan keuangan.

Untuk mengantisipasi kerugian lebih besar, perusahaan asuransi jiwa diminta rajin melakukan switching atau pengalihan ke instrumen investasi yang masih tumbuh. Salah satunya ke deposito, walau bunganya rendah.

Ia memperkirakan, hasil investasi industri pada kuartal berikutnya juga turun. Sebab, aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) baru saja diterbitkan pada waktu itu.




TERBARU

[X]
×