Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) mencatatkan tingkat Non Performing Financing (NPF) di bawah rata-rata industri multifinance.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, NPF gross perusahaan pembiayaan per Januari 2026 sebesar 2,72%.
EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan NPF ACC cenderung stabil dan terjaga di bawah 1% per Januari 2026.
"Hal tersebut didukung penerapan manajemen risiko dan praktik tata kelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Astra Credit Companies (ACC) Terbitkan Obligasi Sebesar Rp 5,5 Triliun pada 2025]
ACC juga turut angkat bicara mengenai prospek pembiayaan pada momen Ramadan dan Lebaran. Riadi menyampaikan momentum Ramadan hingga Lebaran umumnya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga berpotensi mendorong aktivitas pembiayaan.
Namun, dia bilang ACC masih memantau dampak aktivitas tersebut terhadap kinerja perusahaan, seiring melihat dinamika kondisi pasar yang ada.
Pada tahun ini, Riadi menyebut terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi angka NPF, antara lain dinamika kondisi ekonomi, perkembangan daya beli masyarakat, serta perubahan profil risiko pelanggan.
Untuk membuat angka NPF tetap terkendali, Riadi menerangkan ACC akan melakukan sejumlah upaya. Dia menyebut perusahaan terus berkomitmen menerapkan manajemen risiko dan praktik tata kelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: ACC Optimistis Industri Multifinance Dapat Catatkan Kinerja Positif pada 2026
Riadi menambahkan proses penilaian terhadap calon debitur juga dilakukan dengan mengacu pada prinsip character, capacity, capital, collateral, dan condition (5C) guna memastikan proses pembiayaan berjalan secara terukur dan menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













