kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.945   28,00   0,17%
  • IDX 9.100   24,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.259   2,84   0,23%
  • LQ45 890   0,86   0,10%
  • ISSI 331   1,17   0,36%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,62   0,68%
  • IDX80 140   0,20   0,14%
  • IDXV30 148   1,16   0,79%
  • IDXQ30 146   0,52   0,36%

Gozco Capital Borong Saham BBYB Rp 98 Miliar, Kepemilikan Naik Jadi 9,31%


Senin, 19 Januari 2026 / 11:24 WIB
Gozco Capital Borong Saham BBYB Rp 98 Miliar, Kepemilikan Naik Jadi 9,31%
ILUSTRASI. Bank Neo Commerce (BNC) (Dok/BNC)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sentimen positif kembali menyelimuti saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).

Di tengah dinamika pasar awal tahun, PT Gozco Capital mengambil langkah strategis dengan menambah porsi kepemilikan di bank dengan layanan digital tersebut hingga mendekati Rp 100 miliar.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham per 15 Januari 2026, Gozco Capital membeli sebanyak 207 juta saham BBYB dengan harga rata-rata Rp 474 per saham. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 98,12 miliar.

Baca Juga: Pembiayaan Griya Bank Mega Syariah Tumbuh 37,67% pada 2025

Aksi pembelian ini meningkatkan kepemilikan Gozco Capital dari sebelumnya 7,76% menjadi 9,31% atau setara dengan 1,24 miliar saham BBYB.

Langkah Gozco tersebut dipandang sebagai sinyal kuat atas prospek positif Bank Neo Commerce pada 2026. Pasar pun merespons cepat.

Saham BBYB ditutup menguat 5,49% ke level Rp 500 per saham pada perdagangan Kamis (15/1), mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental perseroan.

 

Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk Eri Budiono mengapresiasi kepercayaan berkelanjutan dari pemegang saham utama.

Menurutnya, peningkatan kepemilikan Gozco Capital mencerminkan keyakinan yang semakin kuat terhadap kinerja dan arah transformasi Bank Neo Commerce.

Kepercayaan tersebut tercermin dari kinerja perseroan. Hingga akhir kuartal III-2025, Bank Neo Commerce mencatat laba bersih sebesar Rp 464 miliar, tertinggi di antara bank-bank dengan layanan digital.

Baca Juga: KPR iB BCA Syariah Tumbuh Positif, Mendominasi Pembiayaan Konsumer

Capaian ini melonjak signifikan dibandingkan laba bersih Rp 4,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami akan terus menjaga kinerja dan tata kelola yang baik sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Eri dalam siaran pers, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, dukungan pemegang saham menjadi bukti bahwa strategi perseroan dalam memperkuat bisnis melalui pertumbuhan aset yang prudent, inovasi produk digital, serta pengelolaan risiko yang disiplin berada di jalur yang tepat.

Dari sisi profitabilitas, rasio return on assets (ROA) meningkat menjadi 3,45% dari sebelumnya 0,03%, sementara return on equity (ROE) melonjak ke level 16,96% dari 0,16%.

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Rasio non-performing loan (NPL) gross turun dari 3,72% menjadi 2,92%, sedangkan NPL net membaik dari 0,99% menjadi 0,23%.

Baca Juga: Bank Raya Beberkan Capaian Aksi Buyback, Segini Realisasinya

Perbaikan ini menegaskan keberhasilan Bank Neo Commerce dalam menjaga portofolio kredit yang sehat.

Memasuki 2026, Bank Neo Commerce memperkenalkan identitas korporasi baru dengan tagline “Satu Bank Banyak Tujuan”.

Pembaruan ini mencerminkan komitmen perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih inovatif, inklusif, dan relevan bagi masyarakat.

“Lima tahun perjalanan transformasi digital telah kami lalui. Kini kami memperbarui semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui layanan keuangan yang semakin bermanfaat,” tutup Eri.

Selanjutnya: HP Infinix Note 60 Bawa Fitur Satelit Terbaru, Kapan Meluncur di Indonesia?

Menarik Dibaca: Penyimpanan Penuh? Ini Trik Memindahkan Video Besar ke Google Drive

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×