Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern Life Indonesia menyebut, terbuka peluang bagi hasil investasi untuk tetap bertumbuh hingga akhir tahun ini, meskipun kondisi pasar masih diwarnai volatilitas dan ketidakpastian.
Direktur Keuangan Great Eastern Life Indonesia Hana mengatakan fokus utama pihaknya bukan hanya pada pencapaian imbal hasil jangka pendek, melainkan juga keberlanjutan hasil investasi dalam mendukung kewajiban jangka panjang kepada pemegang polis.
"Oleh karena itu, kami terus mencermati perkembangan pasar, risiko reinvestasi, serta kondisi ekonomi dan suku bunga dalam mengelola portofolio investasi," katanya kepada Kontan, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Laba Asuransi Jiwa Konvensional Tembus Rp 13,24 Triliun, Naik 57% hingga Juni 2026
Dengan pendekatan yang prudent dan disiplin, Hana optimistis portofolio investasi Great Eastern Life Indonesia tetap dapat memberikan kinerja yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan profil liabilitas perusahaan.
Di tengah volatilitas pasar dan suku bunga acuan Bank Indonesia yang bertahan di level 5,75%, Great Eastern Life Indonesia tetap menerapkan strategi investasi yang prudent dengan fokus pada pengelolaan aset dan liabilitas. Hal itu dilakukan guna mendukung pemenuhan kewajiban jangka panjang kepada pemegang polis.
Sebagai perusahaan asuransi jiwa, Hana menyebut pengelolaan risiko pasar, risiko reinvestasi, serta volatilitas nilai aset menjadi aspek yang terus dicermati untuk memastikan portofolio investasi tetap mampu mendukung kewajiban kepada nasabah secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, dia menyebut alokasi investasi pada setiap instrumen dilakukan berdasarkan kebutuhan portofolio dan hasil kajian internal, dengan tetap mengacu pada kebijakan investasi perusahaan dan ketentuan regulator yang berlaku.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Great Eastern Life Indonesia membukukan hasil investasi sebesar Rp 1 triliun per Juli 2026, atau tumbuh 138,09% secara Year on Year (YoY). Adapun premi yang diperoleh sebesar Rp 2,57 triliun, sedangkan klaimnya sebesar Rp 917,81 miliar per Juli 2026.
Baca Juga: Persaingan Asuransi Jiwa Makin Ketat, Digitalisasi Jadi Strategi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














