Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menerapkan strategi pengelolaan portofolio secara aktif dalam mengelola reksa dana obligasi sepanjang 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi ketidakpastian kondisi geopolitik dan dinamika kebijakan moneter sehingga MAMI menilai diversifikasi dan manajemen risiko menjadi kunci utama menjaga kinerja investasi.
Dalam publikasi Seeking Alpha edisi Januari 2026, MAMI menyebut ketegangan geopolitik telah menjadi “new normal” bagi investor.
Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk makin disiplin dalam menyusun strategi investasi, termasuk memperkuat diversifikasi lintas aset, mata uang, dan kawasan.
Baca Juga: Manulife Aset Manajemen (MAMI) Catat Kenaikan Dana Kelolaan 12,3% per September 2025
Meski begitu dari segi kebijakan moneter, MAMI memperkirakan Bank Indonesia akan berada di fase akhir siklus pelonggaran, dengan potensi penurunan BI Rate 1–2 kali menjadi kisaran 4,25%–4,50%.
MAMI juga menilai prospek ekonomi Indonesia berpeluang membaik pada 2026, jika didukung suku bunga yang lebih akomodatif serta percepatan belanja negara.
Dari sisi fiskal, meski defisit 2025 melebar menjadi 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB), minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dinilai masih terjaga dengan kepemilikan domestik mencapai 86%.
Menanggapi situasi tersebut, Portfolio Manager Fixed Income MAMI, Laras Febriany memperkirakan suku bunga yang ada di level rendah berpotensi untuk kembali turun dan inflasi domestik yang masih terjaga dapat mendorong kondisi yang konstruktif bagi pasar obligasi
"Iklim makroekonomi masih akan tetap suportif bagi pasar obligasi," ujarnya.
Baca Juga: Pinnacle Investment: Penurunan Yield Obligasi Berdampak ke Reksadana Pendapatan Tetap
Oleh karena itu MAMI berencana mengelola reksa dana obligasi secara aktif berbasis analisis fundamental dengan memperhatikan outlook makroekonomi serta dinamika pasar domestik dan global.
"Strategi pengelolaan reksa dana obligasi MAMI dilakukan secara aktif berdasarkan analisa fundamental, memperhatikan outlook makroekonomi dan dinamika pasar obligasi domestik dan global,” ujarnya.
Menurutnya, diversifikasi menjadi kunci penting untuk menjaga tingkat risiko investasi.
Di samping itu, Laras juga mengatakan kalau tahun ini MAMI akan berfokus pada manajemen durasi serta pemilihan efek yang diharapkan dapat menjadi penopang kinerja portofolio.
Kemudian, MAMI berupaya untuk terus mencermati likuiditas dan volatilitas guna memastikan pengelolaan investasi dapat memberi hasil optimal dan risiko tetap terkendali.
Baca Juga: Manulife AM Pastikan Transisi Akuisisi Schroders Indonesia Berjalan Mulus
Selanjutnya: Live Streaming Man United vs Fulham, Prediksi & Jadwal Liga Inggris 2025-2026
Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












