kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,60   -1,16   -0.12%
  • EMAS977.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Harga Minyak Dunia Anjlok, Ini Dampaknya bagi Bisnis Asuransi Energi


Minggu, 03 April 2022 / 16:45 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok, Ini Dampaknya bagi Bisnis Asuransi Energi
ILUSTRASI. Suasana kegiatan ekplorasi minyak bumi yang dilakukan PT Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Jumat (31/8). ANTARA FOTO/Moch Asim/hp/18


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan harga minyak dunia turut berimbas pada bisnis asuransi energi. Jika tren ini terus berlanjut maka dikhawatirkan pendapatan premi industri asuransi umum ikut anjlok pada tahun ini.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) hingga akhir tahun 2021 lalu premi pada asuransi energi anjlok 24,7% menjadi Rp 1,24 triliun secara year on year dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,64 triliun.

Seperti diketahui, hingga saat ini perusahaan asuransi yang memiliki/menjual produk energi ada 16 perusahaan dari 71 perusahaan asuransi umum.

Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto memperkirakan kinerja asuransi energi pada kuartal I/2022 masih akan terkontraksi akibat dampak dari penurunan harga minyak dunia. "Proyeksi asuransi energi sampai akhir tahun diperkirakan masih akan terkontraksi juga namun tidak sedalam tahun 2021," kata Bern kepada kontan.co.id, Sabtu (3/4).

Baca Juga: Genjot Bisnis, BSI Luncurkan Layanan Sobat Gadai Online via BSI Mobile

Tren penurunan tersebut dinilai akan lama karena harga BBM masih tinggi sementara biaya eksploitasi minyak sudah di posisi US$ 104,39 per barel.

Menurutnya, asuransi energi bukanlah produk asuransi andalan bagi seluruh perusahaan asuransi umum, perusahaan asuransi yang memiliki produk ini dikarenakan kondisi atau kebijakan pemerintah atau holding company dan sangat tergantung kepada aktivitas produksi baik on shore maupun off shore.

Sebagai informasi, asuransi energi off shore hingga akhir 2021 berkontribusi sebanyak 0,4% dari total pencapaian premi asuransi umum sedangkan untuk asuransi energi on shore berkontribusi lebih besar yaitu 1,7%.

Sementara itu, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo mengaku, kinerja Asuransi Energi masih sangat baik, penurunan premi bukan dikarenakan oleh menurunnya share market Jasindo pada lini usaha energi off shore, namun dikarenakan oleh kondisi market energi off shore yang masih landai.

Ditambah, kata Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo Diwe Novara dengan loss profile yang membaik pada sector upstream. Jasindo masih menjadi leader pada Konsorsium Asuransi Aset operasional dan Konsorsium Asuransi Proyek Konstruksi SKK Migas. 

Baca Juga: BRI Life Berkomitmen Implementasikan Prinsip ESG

"Dengan mulai meningkatnya harga minyak, proyeksi asuransi energi sampai akhir tahun tentunya sangat baik seiring dengan meningkatnya aktifitas kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia," ujar Diwe.

Menurut Diwe, kondisi Covid sudah membaik, ini peluang yang baik dengan meningkatnya juga kembali aktifitas di sektor energi yang berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan asuransi energi. Sementara, tantangan di tahun ini adalah penghematan anggaran pembelanjaan asuransi yang dilakukan oleh tertanggung berpengaruh terhadap pencapaian pendapatan premi.

Dalam mendongkrak kinerja asuransi energi di tahun ini, Jasindo telah meningkatkan jangkauan penjualan asuransi dan lebih intensif lagi dalam pemasaran produk pada seluruh sektor bisnis oil&gas baik upstream maupun downstream serta melakukan selektif risiko untuk tertanggung yang memiliki loss profile yang kurang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×