kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Hindari Kerugian Masyarakat, Bank Mandiri Taspen Dorong Literasi Keuangan


Jumat, 26 Juni 2026 / 16:51 WIB
Hindari Kerugian Masyarakat, Bank Mandiri Taspen Dorong Literasi Keuangan
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Mandiri Taspen (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri Taspen menggandeng para korban dugaan penipuan investasi yang melibatkan oknum mantan pegawai berinisial N alias D (36) untuk memperkuat literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap praktik investasi bodong.

Distribution Head 5 (Jateng-DIY) Bank Mandiri Taspen, I Putu Agus Sinom Artawan mengatakan pihaknya menerima dan menyambut aspirasi pengaduan dari para korban tersangka N alias D yang diduga terlibat dalam kasus penipuan investasi.

"Kami membuka ruang komunikasi dengan para korban sekaligus memberikan edukasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Perlindungan nasabah menjadi komitmen utama kami," kata Sinom dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Ia menjelaskan, seluruh nasabah yang hadir dalam kegiatan tersebut disambut langsung oleh jajaran manajemen Bank Mandiri Taspen, mulai dari Pimpinan Cabang Purwokerto, Puguh Setiaris Wicaksono, hingga Kepala Divisi Taskforce, Muhammad Ikhsan.

Baca Juga: Kelola Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), BSI Pastikan Likuiditas Tetap Solid

Selain menerima aspirasi para korban, Bank Mandiri Taspen juga menyediakan berbagai layanan pendukung.  “Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya investasi ilegal yang kerap menyasar masyarakat,” kata Sinom.

Ia mengatakan, para nasabah selanjutnya mengikuti kegiatan literasi keuangan yang disampaikan Department Head Operation Customer Experience Bank Mandiri Taspen Andi Prasetyo Nugroho. Dalam sesi tersebut dijelaskan mengenai mekanisme kredit yang benar, ciri-ciri investasi legal, serta berbagai modus yang umum digunakan pelaku investasi bodong.

Ia juga mengatakan, Bank Mandiri Taspen berencana memperluas program edukasi dan perlindungan nasabah melalui kegiatan literasi keuangan di sembilan wilayah distribusi yang berada di bawah koordinasi perusahaan.

Melalui program tersebut, Sinom mengharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat serta mampu mengenali dan menghindari berbagai bentuk penawaran investasi ilegal yang merugikan.

Baca Juga: Perbanas Pastikan Dana SAL Baru Mulai Ditarik Bertahap Akhir Tahun Nanti

Sebelumnya, Polresta Banyumas telah menetapkan perempuan berinisial N alias D (36) sebagai tersangka. Yang bersangkutan telah ditahan sejak 7 Juni 2026 dan dijerat Pasal 492 atau Pasal 486 juncto Pasal 127 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Dalam perkara tersebut, polisi memperkirakan total kerugian korban mencapai sekitar Rp 25 miliar dengan jumlah korban diperkirakan lebih dari 100 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×