kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Holding asuransi tak pecahkan masalah kapasitas


Minggu, 20 Desember 2015 / 23:01 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Salah satu perusahaan asuransi BUMN, PT Asuransi Kredit Indonesia alias Askrindo menilai rencana pemerintah untuk menggabungkan sesama perusahaan asuransi milik negara memang memiliki tujuan yang bagus.

Namun hal ini dinilai membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Direktur Utama Askrindo Antonius Chandra menyebut ada beberapa opsi untuk membuat perusahaan asuransi plat merah lebih kuat. Diantaranya melalui skema holding.

Tapi skema ini dinilainya tidak akan memecahkan masalah dari sisi kapasitas BUMN asuransi. "Karena neraca laba ruginya masih di masing-masing perusahaan," katanya.

Untuk memiliki kapasitas yang lebih besar, Antonius menyebut opsi yang bisa dipilih adalah melalui merger. Namun skema ini biasanya akan memakan waktu yang lebih lama ketimbang membentuk holding.

Tapi bisa saja skema holding dilipih terlebih dulu sebagai langkah awal untuk melakukan merger di masa depan. Dimulai dari pembagian fokus pasar yang bisa diambil masing-masing perusahaan agar tidak tumpang tindih. Lalu juga dari sisi platform sistem informasi yang lebih terpadu.

Wacana penggabungan perusahaan asuransi milik negara ini sendiri disebutnya sudah ada sejak zaman pemerintahan Gus Dur. Sayangnya rencana tersebut mandek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×