kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Holding asuransi tak pecahkan masalah kapasitas


Minggu, 20 Desember 2015 / 23:01 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Salah satu perusahaan asuransi BUMN, PT Asuransi Kredit Indonesia alias Askrindo menilai rencana pemerintah untuk menggabungkan sesama perusahaan asuransi milik negara memang memiliki tujuan yang bagus.

Namun hal ini dinilai membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Direktur Utama Askrindo Antonius Chandra menyebut ada beberapa opsi untuk membuat perusahaan asuransi plat merah lebih kuat. Diantaranya melalui skema holding.

Tapi skema ini dinilainya tidak akan memecahkan masalah dari sisi kapasitas BUMN asuransi. "Karena neraca laba ruginya masih di masing-masing perusahaan," katanya.

Untuk memiliki kapasitas yang lebih besar, Antonius menyebut opsi yang bisa dipilih adalah melalui merger. Namun skema ini biasanya akan memakan waktu yang lebih lama ketimbang membentuk holding.

Tapi bisa saja skema holding dilipih terlebih dulu sebagai langkah awal untuk melakukan merger di masa depan. Dimulai dari pembagian fokus pasar yang bisa diambil masing-masing perusahaan agar tidak tumpang tindih. Lalu juga dari sisi platform sistem informasi yang lebih terpadu.

Wacana penggabungan perusahaan asuransi milik negara ini sendiri disebutnya sudah ada sejak zaman pemerintahan Gus Dur. Sayangnya rencana tersebut mandek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×