Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
Indonesia Re, lanjut fia, berhasil mencatatkan hasil investasi di tahun 2025 sebesar Rp 427,28 miliar naik dibandingkan hasil investasi tahun 2024 sebesar Rp 335,78 miliar. Capaian ini merepresentasikan optimalisasi strategi portofolio investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan.
Indonesia Re juga memperkuat tata kelola teknologi melalui modernisasi data center, perangkat infrastruktur dan security, implementasi Security Operations Center (SOC), penguatan infrastruktur data, optimalisasi Disaster Recovery Center (DRC), dan pembaruan platform Human Capital Management System (HCMS).
Kemudian mengembangkan catastropic modeling (Perils Hub), dan melanjutkan pengembangan berkelanjutan dan roll-out RIU Connect 2.0 pada berbagai modul operasional, serta penguatan tata kelola data dan kualitas data dalam mendukung implementasi PSAK 117 (IFRS 17).
Selain itu, sebagai bentuk komitmen tata kelola layanan TI dan keamanan informasi yang baik, Indonesia Re secara konsisten memelihara sertifikasi ISO 20000 dan ISO 27001 serta implementasinya.
Di sisi lain, indikator kesehatan keuangan Perseroan tetap terjaga dengan tingkat solvabilitas sebesar 133,38% pada 2025, meningkat dibandingkan 132,83% pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kecukupan modal sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mendukung pengelolaan risiko secara berkelanjutan.
Robbi bilang, transformasi yang dijalankan bukan hanya berhasil memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga mempersiapkan Indonesia Re menjadi perusahaan reasuransi nasional yang semakin kuat, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi industri,
"Serta terus berbenah dalam aspek layanan kepada mitra dan ceding company sebagai bagian dari transformasi menyeluruh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













