kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Dana Murah Berlimpah, BBCA Andalkan Kredit Produktifnu


Senin, 24 Agustus 2026 / 15:30 WIB
Diperbarui Senin, 24 Agustus 2026 / 15:34 WIB
Dana Murah Berlimpah, BBCA Andalkan Kredit Produktifnu
ILUSTRASI. Kontan - BCA Kilas Online (Dok. BCA/BCA)


Reporter: Nur Cholis | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA telah mencatat kinerja yang solid di tengah suku bunga yang tinggi dan dinamika ekonomi global. Mengacu pada laporan keuangan Semester I-2026, penyaluran kredit untuk pertama kalinya tembus Rp1.000 triliun atau tepatnya mencapai Rp1.036 triliun. Hal inj menjadi bukti nyata perusahaan berkode saham BBCA itu mampu menangkap momentum permintaan pembiayaan yang strategis. Tak hanya itu, BCA juga dianggap mendominasi kebutuhan pasar di industri perbankan nasional.

Pencapaian outstanding kredit tersebut tidak lepas dari strategi ekspansi yang terukur. Dari total kredit, sebanyak 79% atau sekitar Rp802 triliun dialokasikan langsung untuk sektor produktif. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan, kinerja BBCA yang semakin bertumbuh tidak lepas dari penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor dengan berpatok pada prinsip kehati-hatian.

“Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” kata Hendra.

Rasio loan at risk (LaR) pun sebesar 4,9% dan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 1,9%. Dengan kredit yang terukur, BBCA dinilai masih memiliki punya ruang gerak yang luas dengan fundamental yang kokoh.

Analis Mirae Asset Nafan Aji menjelaskan, secara umum pencapaian kinerja BBCA pada semester I 2026 cenderung jauh lebih baik dibandingkan sebagian besar bank besar lainnya. Menurutnya, fondasi utama dari pertumbuhan laba perseroan terletak pada perpaduan esensial antara pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, dan kualitas aset yang sangat sehat. 

“Penyaluran kredit yang telah melampaui Rp1.000 triliun mencerminkan kemampuan BCA dalam menangkap permintaan pembiayaan sekaligus mempertahankan pangsa pasar,” jelas Nafan.

Pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang terus mendominasi membuat biaya dana perseroan tetap kompetitif. Tercatat, selama semester I 2026 dana giro dan tabungan atau CASA BCA tumbuh 10,2% year on year (YoY) menjadi Rp1.082 triliun, sehingga mendorong total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,9% YoY menjadi Rp1.284 triliun.

Keunggulan tersebut pada akhirnya berdampak pada stabilitas Net Interest Margin (NIM) yang terjaga dengan baik, meskipun perbankan saat ini tengah menghadapi tekanan dari ketatnya kompetisi penghimpunan dana di masyarakat.

“Apabila Bank Indonesia mulai melanjutkan siklus pelonggaran suku bunga secara bertahap, tekanan terhadap biaya dana berpotensi semakin mereda sehingga margin bunga dapat tetap terjaga,” tambah Nafan.

Selain berbekal kekuatan likuiditas, ketahanan operasional BBCA cukup bertumpu pada penerapan manajemen risiko yang sangat konservatif. Nafan melihat rasio pencadangan yang kuat memberikan bantalan yang memadai bagi perseroan apabila terjadi peningkatan profil risiko akibat perlambatan ekonomi global maupun tekanan pada sektor atau industri tertentu. 

Selain faktor strategi bisnis, BCA juga dinilai mampu mengembangkan ekosistem digital secara berkelanjutan. Tingginya aktivitas transaksi melalui myBCA, BCA mobile, dan KlikBCA tidak hanya memberikan kenyamanan bagi nasabah, tetapi juga secara langsung memberikan BCA untuk menyempurnakan kualitas credit scoring serta mempercepat proses persetujuan kredit.

Dengan prospek makroekonomi yang diharapkan menjadi makin kondusif seiring adanya potensi pelonggaran suku bunga oleh Bank Indonesia ke depan, Nafan memproyeksi BCA masih mampu menambah profitabilitas yang lebih berkesinambungan. 

“Ke depan, selama kondisi ekonomi domestik masih tumbuh positif, saya memperkirakan kualitas aset BBCA akan tetap menjadi salah satu yang terbaik di industri perbankan,” ungkap Nafan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×