kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Industri manufaktur sumbang loan at risk terbesar bank


Kamis, 12 Desember 2019 / 22:56 WIB
ILUSTRASI. Kredit berisiko (loan at risk) industri perbankan sebagian besar disumbang oleh industri manufaktur


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perwakilan manajemen sekaligus tim analis Bank Woori Saudara, Rully Nova menyebut kredit berisiko (loan at risk) industri perbankan sebagian besar disumbang oleh industri manufaktur.

"Manufaktur menjadi penyumbang yang signifikan,” kata Rully kepada kontan.co.id, Kamis (12/12).

Baca Juga: Dikuasai penguatan dolar AS, pasangan USD/JPY direkomendasikan jual

Kredit berisiko di industri perbankan memang masih tinggi. Loan at risk ini diperoleh dari penjumlahan rasio kredit bermasalah ditambah kredit kolektibilitas dua dan kredit restrukturisasi.

Pada tahun ini rasio loan at risk industri perbankan menjadi 10%. Masih tingginya risiko kredit ini menurut Rully karena pertumbuhan ekspor yang melambat dan barang impor yang masuk banyak, sementara konsumsi masyarakat nya masih belum membaik.

Baca Juga: Jokowi menargetkan ekspor otomotif mencapai 1 juta unit pada 2024

Rully mengatakan, di tahun 2020 dengan target pemerintah yang tinggi dan ekonomi yang masih melambat kemungkinan loan at risk-nya masih akan meningkat terutama dari sektor infrastruktur. Untuk pengelolaan loan at risk menurut Rully bisa melalui restrukturisasi kredit untuk kredit yang masih dalam perhatian khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×