kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini efek kenaikan bunga acuan BI ke pertumbuhan kredit


Rabu, 30 Mei 2018 / 21:27 WIB
Ini efek kenaikan bunga acuan BI ke pertumbuhan kredit
ILUSTRASI. Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini Rabu (30/5) Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. 

Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan apakah ini akan berdampak ke penyaluran kredit perbankan?

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, dengan kenaikan bunga acuan ini, tidak ada korelasi langsung ke pertumbuhan kredit. "Jika dilihat tahun lalu, korelasi antara suku bunga dan pertumbuhan kredit ini tidak langsung," kata Tiko sapaan akrabnya, Rabu (30/5).

Tahun lalu Tiko menceritakan, ketika suku bunga turun pertumbuhan kredit tidak naik. Saat ini dengan NPL turun dan pertumbuhan ekonomi membaik, permintaan kredit meningkat cukup baik.

Bank Mandiri optimistis walau suku bunga  naik maka permintaan kredit sampai akhir tahun akan lebih baik. Dengan pertumbuhan kredit 8%-9% saat ini maka sampai akhir tahun diperkirakan kredit bisa tumbuh 10%.

Pada tahun ini Tiko bilang belum ada revisi target kredit yang akan dilakukan. Menurutnya, efek dari kenaikan bunga acuan diperkirakan margin bank akan sedikit terkoreksi pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×