kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Ini Kata Pengamat Soal Premi Perusahaan Reasuransi Terkontraksi 17,3% pada 2025


Rabu, 04 Maret 2026 / 16:05 WIB
Ini Kata Pengamat Soal Premi Perusahaan Reasuransi Terkontraksi 17,3% pada 2025


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pendapatan premi perusahaan reasuransi pada 2025 mencapai Rp 17,82 triliun. Nilainya menurun atau terkontraksi sebesar 17,3% secara Year on Year (YoY).

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan bahwa terkontraksinya kinerja premi reasuransi lokal disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya karena adanya risiko besar di lini asuransi utama, yang mana sering disebabkan oleh tingginya klaim.

"Ditambah, adanya pengetatan seleksi risiko atau underwriting, dan persaingan dengan reasuransi asing," katanya kepada Kontan, Rabu (4/3/2026). 

Irvan menilai upaya menumbuhkan premi reasuransi lokal masih terbilang cukup menantang karena kapasitas reasuransi lokal yang masih terbatas dibandingkan kebutuhan industri.

Baca Juga: OJK Siapkan New RBC untuk Asuransi Ekuitas Jumbo, Finalisasi Ditargetkan 2026

Di sisi lain, dia bilang upaya OJK mendorong ekuitas melalui aturan permodalan terus ditingkatkan untuk memperkuat kapasitas tersebut, dengan harapan reasuransi lokal bisa menyerap lebih banyak premi.

Pada tahun ini, Irvan memproyeksikan prospek premi reasuransi terbilang masih menantang untuk tumbuh pesat.

Dia bilang salah satunya dipicu masih adanya kondisi hardening market atau pasar ketat, yang mana kapasitas terbatas dan harga cenderung tinggi, serta potensi dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%. 

"Di sisi lain, ekuitas reasuransi global terus menunjukkan penguatan, didorong oleh laba ditahan yang kuat," kata Irvan.

Sementara itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan salah satu pemicu premi reasuransi tertekan pada 2025 karena adanya premi yang masih ditempatkan ke reasuransi luar negeri.

Dia bilang kondisi tersebut dipicu faktor kapasitas reasuransi domestik yang memang menjadi salah satu pertimbangan perusahaan asuransi dalam mengalihkan risiko. 

Baca Juga: Ketidakpastian Global, Asuransi Umum Perlu Waspadai Rasio Klaim Asuransi Kredit Naik

"Khususnya untuk risiko-risiko besar dan kompleks, seperti energi, aviasi, marine, maupun risiko katastropik dengan akumulasi tinggi," ucapnya kepada Kontan, Selasa (3/3).

Walaupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meningkatkan persyaratan ekuitas minimum untuk memperkuat permodalan, Budi berpendapat peningkatan modal tidak otomatis langsung meningkatkan risk appetite maupun kemampuan teknis untuk seluruh jenis risiko.

Selain itu, dia bilang terdapat juga kebutuhan mengenai diversifikasi risiko dan dukungan reasuradur dengan peringkat atau rating internasional tertentu, terutama untuk bisnis yang mensyaratkan standar keamanan global. 

"Struktur program reasuransi yang terintegrasi dengan pasar internasional juga menjadi faktor yang memengaruhi arus premi tersebut," tuturnya.

Ke depannya, Budi menyampaikan perlu sejumlah upaya yang dilakukan reasuransi nasional agar dapat menyerap lebih banyak premi.

Baca Juga: OJK Ungkap Tantangan Berat Asuransi: Bencana hingga Spin Off UUS 2026

Dia bilang upayanya, seperti penguatan modal yang diiringi peningkatan kualitas underwriting dan manajemen risiko, pengembangan kompetensi aktuaria dan modeling risiko, serta optimalisasi kerja sama antara asuransi dan reasuransi dalam negeri sebelum penempatan ke luar negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×