kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ini permintaan Asosiasi Dapen pada DK OJK baru


Senin, 29 Mei 2017 / 21:04 WIB
Ini permintaan Asosiasi Dapen pada DK OJK baru


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Jelang masa uji kelaikan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) menimbulkan asa bagi sejumlah pelaku industri keuangan. Salah satu industri yang berharap komisioner baru membawa industri keuangan ke arah lebih baik adalah Asosiasi Dana Pensiun.

Asosiasi ini berharap, 14 calon DK OJK yang nantinya terpilih, bisa mendukung industri dana pensiun yang membuat industri ini kembali bertumbuh.

Suheri, Wakil Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) senada seirama dengan AEI. Menurut dia, iuran yang tidak tepat sering dialami pihaknya. Dia juga menyoroti penghitungan biaya yang ditetapkan OJK sebesar 0,45% dari total aset yang aktif maupun sudah mati.

"Aset yang kadang sudah mati, masih harus dicatat, kena biaya. Kami bayar dimana-dimana," ujar Suheri.

Dia juga meminta calon DK OJK tidak membuat aturan yang menyengsarakan anggota Dana Pensiun. Dia berharap DK OJK yang baru bisa memahami permasalahan di lapangan. Suheri berharap, DK OJK yang baru bisa lebih proaktif merespon permasalahan yang ada.

"Kami berharap betul OJK bisa dipahami di lapangan. Bagaimana concern OJK bahwa industri ini mengalami permasaahan,"kata Suheri.

Terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi berharap Ketua DK OJK nanti berpihak pada industri yang dibawahi. Yang penting kata Bambang, pemimpin OJK tidak boleh punya kepentingan golongan.

"Yang paling penting punya integritas tinggi, kompetensi tinggi dan tidak berpolitik," ujar Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×