kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini strategi Aswata di paruh kedua


Selasa, 01 Agustus 2017 / 19:36 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. PT Asuransi Wahana Tata alias Aswata masih membukukan pertumbuhan premi sekitar 7% hingga Juni kemarin. Namun perseroan masih punya tugas tak enteng untuk mengejar target premi sampai tutup tahun nanti.

Menurut Presiden Direktur Aswata Christian Wanandi sepanjang 2017 ini pihaknya mematok target premi di angka Rp 2,2 triliun. Sementara setelah setengah tahun berlalu, realisasi premi yang sudah didapat mencapai Rp 838 miliar.

Artinya hingga paruh pertama tahun ini, perseroan baru memenuhi 38% dari target tahunan. Walaupun masih terpaut cukup jauh, namun ia menyebut pihaknya masih mempertahankan target premi yang sudah dicanangkan.

Menurutnya ada beberapa faktor yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak premi di paruh kedua. Salah satunya adalah dari premi renewal yang biasanya banyak terjadi di semester kedua ini.

Karena itu, dia bilang pihaknya harus terus meningkatkan layanan kepada para pemegang polis agar tak lari ke kompetitor. Selain itu, Aswata pun berupaya untuk menggenjot lini bisnis lain untuk bisa memberikan kontribusi lebih besar.

"Contohnya adalah dari lini usaha asuransi marine cargo dan asuransi rekayasa," katanya baru-baru ini.

Upaya pemerintah untuk menggenjot proyek-proyek infrastruktur diharapkan bisa berdampak positif bagi perseroan. Dimana dengan banyaknya pembangunan, maka permintaan asuransi rekayasa pun diharapkan makin dicari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×