kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Investor Asing Rajin Masuk ke Bank di Indonesia, Bagaimana Kinerjanya?


Jumat, 04 Agustus 2023 / 21:45 WIB
Investor Asing Rajin Masuk ke Bank di Indonesia, Bagaimana Kinerjanya?
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah?PT Bank IBK Indonesia Tbk.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menilai, bank-bank asal China menerapkan konsep bisnis yang sedikit berbeda dengan bank besutan korporasi Jepang dan Korea Selatan.

"Bank asal China masuk ke sini dengan menyasar pangsa pasarnya retail konsumer dan komersial, sedangkan bank besutan Jepang dan Korea Selatan banyak menyasar pasar korporasi," jelasnya.

Akan tetapi menurutnya, baik bank besutan China, Jepang, dan Korea Selatan sama-sama menyasar pasar keuangan yang potensial di Indonesia. Selain itu, masih ada banyak masyarakat Indonesia yang belum tersentuh layanan perbankan.

Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan menambahkan, bank yang paling untung adalah bank yang dapat melakukan efisiensi dengan baik dengan terus meningkatkan pendapatan usaha yang sehat.

"Tren hingga akhir tahun, selaras dengan pertumbuhan kredit yang melandai, tren kinerja bank-bank investor asing di tahun 2023 secara umum masih akan di bawah tahun 2022. Sementara yang memiliki potensi pertumbuhan paling besar menurut saya adalah bank milik inevstor Jepang, karena secara grup usaha lumayan besar dan establish di Indonesia," ungkapnya.

Di sisi lain, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, kinerja bank-bank lokal yang saat ini dimiliki investor asing masih belum mampu menyamai bank-bank besar yang sudah memiliki kapitalisasi besar.

Menurut Budi, masih perlu waktu yang lama untuk bank-bank tersebut bisa mengejar mendapatkan keuntungan yang besar. Meskipun, alasan investor-investor asing ini masuk ke Indonesia karena melihat potensi pasar yang besar di Indonesia.

“Sekarang mereka masih kalah besar dan juga jaringan dari bank-bank besar yang sudah memiliki kapitalisasi besar di Indonesia,” ujar Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×