kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jamkrida Sumbar Ungkap Kendala Kembangkan Produk Penjaminan Baru


Minggu, 03 Mei 2026 / 19:35 WIB
Jamkrida Sumbar Ungkap Kendala Kembangkan Produk Penjaminan Baru
ILUSTRASI. Jamkrida, Jamkrida Sumbar (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar membeberkan sejumlah kendala dalam mengembangkan produk penjaminan lain. 

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan kendalanya, antara lain masih terbatasnya awareness pasar terhadap produk nonkredit, serta belum optimalnya permintaan dari mitra bisnis.

"Ditambah, perlunya penyesuaian model bisnis dan mitigasi risiko untuk masing-masing produk," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Asuransi Digital (YOII) Siap Terapkan PSAK 117, Ini Strategi yang Disiapkan

Lebih lanjut, Ibnu menyampaikan portofolio penjaminan saat ini masih didominasi oleh penjaminan kredit dan pembiayaan (nonproduktif). Dia menyebut porsi penjaminan nonproduktif tercatat 66,3%, sedangkan penjaminan produktif 33,7% per Maret 2026.

Ibnu menyampaikan dominasi itu terjadi karena masih tingginya permintaan terhadap penjaminan kredit konsumtif dan pembiayaan yang telah memiliki pasar dan pola bisnis yang lebih matang. Selain itu, dia bilang produk itu didukung oleh pipeline yang stabil dari mitra lembaga keuangan, sehingga secara volume masih menjadi kontributor utama portofolio perusahaan.

Ibnu menerangkan permintaan pasar yang masih tinggi, terutama dari sektor UMKM, yang menjadi fokus utama penyaluran kredit perbankan dan lembaga keuangan juga turut membuat perusahaan menggarap produk tersebut.

"Dengan kata lain, produk penjaminan kredit dan pembiayaan telah memiliki ekosistem yang lebih matang, baik dari sisi regulasi, mitra kerja sama, maupun mekanisme bisnis. Dengan demikian, lebih mudah untuk dijalankan secara masif dibandingkan produk lainnya," tuturnya.

Ke depan, Ibnu menyampaikan perusahaan akan mulai memperkuat pengembangan produk-produk nontradisional, seperti penjaminan supply chain, penjaminan proyek atau surety bond, serta penjaminan sektor produktif lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan. 

Baca Juga: Indonesia Gadai Oke: Digitalisasi Berperan Penting Dalam Menjalankan Proses Bisnis

"Fokus itu sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk," ucap Ibnu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×