Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) tetap optimistis terhadap prospek bisnis asuransi kendaraan pada 2026, meskipun penjualan kendaraan nasional masih berada dalam tren melambat.
Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, hingga November 2025 perusahaan ini membukukan pendapatan premi asuransi kendaraan sebesar Rp 57,74 miliar.
“Di tengah tren penjualan kendaraan yang masih melambat, kami memandang prospek bisnis asuransi kendaraan pada 2026 tetap terjaga,” ujar Brellian kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Hasil Investasi Jasindo Tumbuh 12,3% hingga November 2025
Untuk merespons kondisi pasar tersebut, Jasindo akan menitikberatkan strategi pada penguatan kualitas portofolio melalui penerapan seleksi risiko yang lebih prudent serta peningkatan kualitas layanan klaim.
Sebagai BUMN di sektor asuransi umum, Jasindo menempatkan keandalan layanan sebagai prioritas utama. Brellian menegaskan, pihaknya berkomitmen memastikan proses klaim berjalan cepat, transparan, dan andal guna menjaga kepercayaan nasabah di tengah kondisi pasar yang dinamis. “Kami akan meningkatkan kualitas layanan klaim,” tuturnya.
Di sisi pengembangan bisnis, Jasindo tetap membidik pertumbuhan yang terukur pada 2026. Upaya tersebut ditempuh dengan memperkuat kanal distribusi melalui kolaborasi bersama mitra strategis serta penjualan langsung melalui Representative Office di 30 regional dan daerah.
Menurut Brellian, penguatan jaringan distribusi ini diharapkan mampu menjangkau kebutuhan nasabah secara lebih luas sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja bisnis asuransi kendaraan di tengah tantangan industri otomotif.
Selanjutnya: Lavani Boyong Bintang AS Buat Proliga 2026: Mengapa Taylor Sander Wajib Ditonton?
Menarik Dibaca: Era Digital Bikin Bisnis Harus Gesit, Ini Langkah Awalnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













