kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Jatuh Bangun Sejumlah Bank Menghabiskan Warisan Kredit Macet Masa Lalu


Rabu, 10 Juli 2024 / 20:54 WIB
Jatuh Bangun Sejumlah Bank Menghabiskan Warisan Kredit Macet Masa Lalu
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Mega, Jakarta (12/3/2024). Upaya menghabiskan warisan kredit bermasalah dari masa lalu guna memperbaiki kualitas aset dan menekan peningkatan rasio kredit macet


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya menghabiskan warisan kredit bermasalah dari masa lalu guna memperbaiki kualitas aset dan menekan peningkatan rasio kredit macet (NPL) pada tahun ini, masih terus dilakukan sejumlah bank.

Bank-bank yang masih memiliki warisan kredit bermasalah tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Bukopin Tbk (KB Bank) Bank Muamalat Indonesia (BMI), hingga PT Bank Raya.

Warisan kredit macet dari masa lalu pasalnya menjadi beban kinerja bagi bank-bank tersebut. Akibatnya bank-bank ini harus menyiapkan lebih besar dana pencadangannya sebagai salah satu mitigasi risiko kerugian.

Baca Juga: NPL Kredit Properti Mulai Melandai di Mei 2024

BTN misalnya, rasio NPL gross per Maret 2024 tercatat sebesar 3%, turun dari posisi tahun lalu yang sebesar 3,50%. Meski begitu BTN terlihat tetap menaikkan pencadangannya, menjadi Rp 15,78 triliun secara year to date (Ytd) dari posisi Desember 2023 yang sebesar Rp 15,59 triliun.

Director of Assets Management BTN Elisabeth Novie Riswanti mengatakan, saat ini tersisa sekitar total Rp 6 triliun kelolaan kredit bermasalah BTN  per Juni 2024. 

"Total kredit bermasalah BTN itu sekitar Rp 6 triliun, ini semua kredit dari segmen SME sampai kredit korporasi, tapi dari total itu, sebesar Rp 2 triliun itu segmen komersial yang kami upayakan bisa habis di tahun ini," ungkap Novie kepada Kontan, Rabu (10/7).

Lebih lanjut Novie menyebut segmen komersial tersebut berasal dari Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Tahun lalu, BTN telah menjual sekitar Rp 1,5 triliun aset bermasalahnya dari segmen KPA.

Baca Juga: Gencar Jual Aset Bermasalah, BRI Catat Penjualan Lelang Sebesar Rp1,4 triliun

"Puncaknya itu KPA pada tahun masa Covid di tahun 2020-2021, disitu KPA itu berjatuhan jadi NPL," ungkap Novie.

BTN terus melakukan upaya penjualan aset bermasalah melalui beberapa skema, baik itu melalui Lelang Hak Tanggungan maupun skema penjualan lainnya. 

Di samping penjualan secara retail, Bank BTN juga berencana melakukan Bulk Sales di tahun 2024 guna menurunkan rasio NPL di bawah 3% pada 2024.

Senada, KB Bank juga masih memiliki warisan kredit bermasalah dari masa lalu sebelum masuknya investor Kookmin Bank.

"Masih ada, tapi hanya sisa sediki lagi. Kami juga tahun ini fokus untuk menyelesaikan kredit masalah," ungkap Direktur Utama KB Bank Tom (Woo Yeul) Lee.




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×