kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Kebutuhan Nasabah Jelang Lebaran Meningkat, Bisnis KTA BNI Naik 25% pada Maret


Kamis, 21 April 2022 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melalukan transaksi keuangan di kantor cabang BNI Tangerang Selatan, Rabu (9/2). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/09/02/2022.


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tangkap peningkatan kebutuhan nasabah jelang lebaran, perbankan memacu bisnis kredit tanpa agunan (KTA). Bisnis yang mengandalkan payroll ini, diprediksi akan terus meningkat hingga penghujung tahun. 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencermati permintaan KTA di periode ramadan menunjukkan peningkatan signifikan. Pemimpin Divisi Manajemen Produk Konsumer BNI Teddy Wishadi menyatakan penyaluran BNI Fleksi Maret naik hingga 25% dibandingkan bulan sebelumnya dipicu karena kebutuhan lebaran.

“Menyambut Idul Fitri, KTA BNI Fleksi memberikan program bagi-bagi THR yaitu pemberian reward cashback, pemberian fitur serta rate yang menarik. Portfolio KTA BNI Fleksi kuartal 1-2022 tumbuh di atas 20% Yoy dan telah melampaui target proporsional,” ujarnya kepada Kontan.co.id pada Rabu (20/4).

Adapun bank sentral masih optimis fungsi intermediasi perbankan masih bisa tumbuh optimal. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan di 2022 masih di kisaran 6% hingga 8%. Sedangkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan masih diperkirakan akan naik 7% hingga 9% pada tahun ini. 

Baca Juga: BSI Catat Permintaan Pembiayaan Berbasiskan Payroll Meningkat 10% saat Ramadhan

“Sebab, baik penawaran maupun permintaan kredit mengalami perbaikan. Dari sisi penawaran perbankan terjadi perbaikan, tak hanya suku bunga tapi likuiditas yang berlebih. Lending standar juga terus alami perbaikan, dalam arti, appetite bank dalam salurkan kredit makin baik dan meningkat,” ujarnya.

Dari sisi permintaan, BI melihat kondisi korporasi terus menunjukkan perbaikan, seluruh korporasi yang kami pantau, dari korporasi publik maupun besar seluruhnya tunjukkan penjualan yang meningkat. Begitupun belanja modal korporasi yang terus meningkat. Dengan kenaikan penawaran bank dan permintaan korporasi yang terus membaik.

“Maka kredit yang capai 6,65% di Maret 2022 akan terus naik. Maka secara keseluruhan kredit akan tumbuh 6% sampai 8% untuk keseluruhan tahun 2022.Pertumbuhannya akan ikuti pola pertumbuhan ekonomi, tapi secara keseluruhan akan terus meningkat sejalan makin peningkatan mobilitas masyarakat,” tutur Perry. 

Pertumbuhan kredit ini akan datang dari sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama berbasis orientasi ekspor yang didukung kenaikan harga komoditas ekspor. Lantaran sektor ini menunjukkan tunjukkan perbaikan baik dari sisi dunia usaha maupun penyaluran kredit. 

Baca Juga: Penerbit Uang Elektronik Bisa Catatkan Kelolaan Dana Mengendap Sebagai Pemasukan

Juga sektor yang sejalan peningkatan mobilitas seperti industri makanan minuman maupun perdagangan, baik eceran maupun besar. Juga sektor transformasi dan logistik yang terus alami perbaikan.

Adapun Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan permintaan kredit lebih sustain (berkelanjutan). Lantaran secara supply maupun demand kredit telah terjadi peningkatan. 




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×