kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kemenkop UKM targetkan kontribusi ekspor UKM naik jadi 18% di tahun depan


Senin, 09 Desember 2019 / 15:57 WIB
Kemenkop UKM targetkan kontribusi ekspor UKM naik jadi 18% di tahun depan
ILUSTRASI. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki saat wawancara khusus bersama tim Tribunnews di Kantor Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019). Kementerian Koperasi dan UKM teah menyusun Strategi

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM teah menyusun Strategi Pemberdayaan UMKM dalam lima tahun ke depan. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bilang ada lima target yang hendak dicapai yakni kenaikan ekspor UMKM, kontribusi UMKM terhadap PDB, rasio kewirausahaan, koperasi modern, dan UMKM naik kelas.

Teten menargetkan pada akhir 2020 kontribusi UMKM terhadap ekspor meningkat menjadi 18% dari sebelumnya 14%. Begitu juga dengan kontribusi UMKM terhadap PDB nasional meningkat menjadi 61% dan rasio kewirausahaan menjadi 3,55%.

Baca Juga: Koperasi kredit Obor Mas ekspansi ke Labuan Bajo

"Kita juga akan meningkatkan jumlah koperasi moderen dan UMKM naik kelas. Sedangkan pada 2024 mendatang, ditargetkan ekspor UMKM sudah harus berada di level 30,20%, kontribusi terhadap PDB 65%, dan rasio kewirausahaan 4%,” ujar Teten dalam keterangan tertulis pada Senin (9/12).

Lanjut Ia,UMKM yang jumlahnya 99% namun dengan kontribusi yang tidak signifikan. Bandingkan dengan usaha besar yang hanya 1% namun memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 40% dan ekspor 80%.

Oleh karena itu, Teten menegaskan beberapa hal kebijakan pengembangan UMKM ke depan. Pertama, pengembangan UMKM dilakukan dengan pendekatan kelompok, komunitas, dan kluster.

"Arahnya akan ke one village one product (OVOP). Daerah harus konsentrasi ke produk unggulan yang berbahan dasar lokal dan memiliki supply banyak," ucap Teten.

Baca Juga: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meminta setiap daerah kembangkan potensinya

Kedua, prioritas pada sektor riil (produksi) yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. Komoditinya harus dipilih, dan Pemda harus memandu dan mengarah sektor apa yang bakal dikembangkan.

Ketiga, pemberdayaan KUMKM dilakukan secara lintas sektoral dengan One Gate Policy, dan melibatkan kemitraan dengan pihak ketiga (swasta). Keempat, pemberdayaan UMKM dilakukan secara variatif sesuai dengan karakteristik dan level UMKM.

"Index daya saing di Asean menyangkut sertifikasi internasional, kepemilikan akun bank, kemampuan mengelola usaha, hingga pengalaman manajerial, masih sangat rendah. Ini yang perlu kita tingkatkan," tukas Menkop.

Di tahapan itu, Menkop dan UKM juga berencana membangun semacam Rumah Produksi Bersama yang bisa dikelola koperasi, BLU, BUMN, BUMD, hingga swasta.

Baca Juga: Tinjau program Mekaar, Jokowi ingatkan nasabah untuk menjaga kepercayaan




TERBARU

Close [X]
×