kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Kenaikan bunga BI tak serta merta dorong margin perbankan


Kamis, 24 Mei 2018 / 22:33 WIB
ILUSTRASI. Bank Rakyat Indonesia (BRI)


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7 days reverse repo rate (BI7DRRR) belum tentu akan langsung mendorong margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan. Pasalnya bank tidak bisa serta merta menaikkan suku bunga kredit mereka.

Ekonom sekaligus Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas, Aviliani mengatakan, perrmintaan kredit saat ini masih terbatas, walaupun bank menaikan suku bunga dari sisi dana belum tentu meningkatkan kredit karena mereka harus bersaing dengan bank lain dari sisi bunga kredit.

“Jadi belum tentu suku bunga dapat meningkatkan NIM. Selain itu dari sisi pengusaha akan berat, untuk ekspansi masih berat melihat juga arah rupiah saat ini. Kenaikan suku bunga kredit akan sulit,” jelas Aviliani saat ditemui di Jakarta, Kamis (24/5).

Pun, menurutnya, BI juga akan menaikan BI7DRRR secata bertahap. Pasalnya, arah suku bunga acuan The Fed masih akan naik sekitar 75 bps dan pasar juga mengarah kesana.

“Mungkin BI juga harus mengindikasikan ada perubahan suku bunga untuk merespon The Fed agar spread tidak terlalu tinggi,” tutup Aviliani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×