kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.501   124,00   0,76%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

Kepesertaan Dana Pensiun Sukarela Mencapai 5,28 Juta Peserta per Maret 2025


Senin, 26 Mei 2025 / 08:09 WIB
Kepesertaan Dana Pensiun Sukarela Mencapai 5,28 Juta Peserta per Maret 2025
ILUSTRASI. Data OJK menyebutkan, jumlah kepesertaan dana pensiun sukarela mencapai 5,28 juta peserta per Maret 2025.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kepesertaan dana pensiun sukarela mengalami peningkatan.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan kepesertaan dana pensiun sukarela mencapai 5,28 juta peserta per Maret 2025.

"Nilai itu meningkat 1,32%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ucapnya dalam jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (22/5).

Lebih lanjut, Ogi melihat bahwa kepesertaan dana pensiun sukarela berpotensi terus berkembang ke depannya. Hal itu dipicu peluang penetrasi program pensiun di Indonesia yang masih cukup besar, khususnya pada sektor informal.

Baca Juga: OJK Dorong Dana Pensiun Terapkan Strategi Investasi Berbasis Siklus Hidup Peserta

Dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia, sektor informal berkontribusi sebesar 58% dari total angkatan kerja. 

"Dengan pengembangan program pensiun untuk pekerja informal, khususnya pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), diharapkan adanya peningkatan kepesertaan dana pensiun," kata Ogi. 

Sementara itu, Ogi juga mengungkapkan perkembangan total investasi dana pensiun sukarela. Dia bilang per Maret 2025, total investasi dana pensiun sukarela sebesar Rp 371,40 triliun. Nila itu meningkat sebesar 2,85%, jika dibandingkan posisi Maret 2024 yang sebesar Rp 361,11 triliun. 

Baca Juga: OJK Dorong Dana Pensiun Rencana Kegiatan Investasi Sesuai Durasi Masa Kerja Peserta

Secara rinci, Ogi menerangkan instrumen investasi terbesar dana pensiun adalah Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi 37,39%, deposito dengan porsi 23,84%, dan obligasi/sukuk dengan porsi 17,36%. 

"Untuk saham, kontribusi investasinya sebesar 5,97% dari total investasi," ujar Ogi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×