kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Kinerja Bank Syariah Masih Kinclong, BSI Pimpin Pertumbuhan Laba hingga Mei 2026


Rabu, 08 Juli 2026 / 20:09 WIB
Kinerja Bank Syariah Masih Kinclong, BSI Pimpin Pertumbuhan Laba hingga Mei 2026
ILUSTRASI. Kinerja sejumlah bank umum syariah menunjukkan tren positif hingga Mei 2026. Mayoritas bank syariah berhasil membukukan pertumbuhan laba. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sejumlah bank umum syariah (BUS) masih menunjukkan tren positif hingga Mei 2026. Mayoritas bank syariah berhasil membukukan pertumbuhan laba, memperluas pembiayaan, serta meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di tengah tantangan likuiditas dan ketidakpastian ekonomi.

Dari bank-bank syariah yang telah mempublikasikan laporan keuangan bulanan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) masih menjadi pemimpin dari sisi skala bisnis maupun pertumbuhan laba.

BSI membukukan laba bersih sebesar Rp 3,39 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,73% secara tahunan (year on year/YoY). Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan dana murah (CASA), ekspansi pembiayaan yang tetap berkualitas, transformasi digital, serta pengembangan bisnis bullion bank.

Baca Juga: Hasil Investasi Tertekan, ASABRI Cetak Rugi Rp 403 Miliar per Mei 2026

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan strategi sebagai bank syariah sekaligus bank emas menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.

"Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses Tabungan BSI Emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (7/7/2026).

Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh 14,60% YoY menjadi Rp335 triliun, dengan kualitas aset yang terus membaik. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross turun menjadi 1,80% dari 1,88% pada periode yang sama tahun lalu.

Hingga Mei 2026, DPK BSI mencapai Rp372 triliun, meningkat 16,74% YoY. Pertumbuhan tersebut didukung dominasi dana murah dengan komposisi tabungan mencapai Rp165 triliun atau sekitar 44,35% dari total DPK sehingga rasio CASA meningkat menjadi 63,16%.

Cahyo mengatakan perseroan akan terus memperkuat sinergi layanan digital, jaringan kantor, serta pengembangan ekosistem syariah agar pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan.

"Kami optimistis penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi Perseroan," katanya.

Sementara itu, PT Bank BCA Syariah juga mencatatkan kinerja yang solid. Hingga Mei 2026, laba bersih bank ini mencapai Rp 93,47 miliar, meningkat 13,82% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 82,12 miliar.

Baca Juga: Bank Kian Agresif Gelontorkan Capex TI Demi Percepat Transformasi Digital

Pendapatan setelah distribusi bagi hasil naik 16,43% YoY menjadi Rp387,81 miliar. Di sisi intermediasi, pembiayaan tumbuh 20,41% YoY menjadi Rp13,12 triliun, sedangkan DPK meningkat 15,73% YoY menjadi Rp15,17 triliun.

Adapun BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp 540,09 miliar, naik tipis 0,47% YoY. Meski demikian, pembiayaan masih tumbuh 11,12% YoY menjadi Rp 11,29 triliun, sedangkan DPK meningkat 10,60% YoY menjadi Rp12,67 triliun.

Di sisi lain, pendapatan setelah distribusi bagi hasil BTPN Syariah turun 2,42% YoY menjadi Rp 1,92 triliun, sementara pendapatan komisi meningkat 36,36% YoY menjadi Rp 960 juta.

Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi pendampingan nasabah yang menjadi fokus utama perseroan.

"Momentum lima bulan pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank," ujarnya.

Menurut Fachmy, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi agar memiliki perilaku unggul sebagai fondasi keberhasilan usaha.

Sementara itu, Bank bjb Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp16,04 miliar hingga Mei 2026, turun 26,80% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,92 miliar.

Meski laba tertekan, pendapatan setelah distribusi bagi hasil meningkat 15,96% YoY menjadi Rp 282,16 miliar. Dari sisi intermediasi, total pembiayaan tumbuh 13,83% YoY menjadi Rp11,37 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,14% YoY menjadi Rp11,60 triliun.

Direktur Utama Bank bjb Syariah Arief Setyahadi mengatakan, perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan aset secara positif melalui pengelolaan aset yang efektif sehingga menghasilkan pendapatan yang optimal dan menopang kinerja perusahaan.

Baca Juga: OJK Restui Penggabungan Delapan BPR ke BPR Pusaka Dana

Menurut Arief, hingga Mei 2026 pertumbuhan pembiayaan masih berada di kisaran 14% secara tahunan, dengan kontributor terbesar berasal dari segmen pembiayaan produktif yang tumbuh sedikit lebih tinggi dibandingkan pembiayaan konsumtif.

Menghadapi paruh kedua tahun ini, Bank bjb Syariah telah melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan tetap mempertahankan target pertumbuhan pembiayaan dan DPK yang positif.

"Penyesuaian RBB dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai tantangan yang dihadapi saat ini maupun yang diperkirakan berkembang pada masa mendatang," ujar Arief.

Untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun, lanjut Arief, perseroan akan menyalurkan pembiayaan secara lebih selektif agar memperoleh portofolio yang berkualitas dan menghasilkan pendapatan yang optimal.

Di sisi lain, bank juga terus menekan pembiayaan bermasalah melalui penagihan yang lebih intensif serta penyelesaian pembiayaan bermasalah sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari sisi pendanaan, Bank bjb Syariah akan memperkuat penghimpunan dana masyarakat dengan tetap menjaga imbal hasil yang kompetitif, terutama melalui peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×