kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Kredit lesu, ini strategi yang bisa dilakukan bank


Kamis, 10 Agustus 2017 / 09:57 WIB

Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pertumbuhan kredit yang masih lesu pada semester I 2017  membuat bankir harus bekerja ekstra keras untuk meningkatkan pendapatan operasional. Seperti diketahui, data BI Juni 2017 mencatat, pertumbuhan kredit industri perbankan hanya sebesar 7,6% secara tahunan atau year on year (yoy).

Dody Arifianto, Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan, ada beberapa strategi yang bisa diambil bankir untuk meningkatkan pendapatan.

"Strategi bisa diambil bank tergantung jenis dan skala usaha," ujar Dody kepada KONTAN, Kamis (10/8).

Untuk bank besar, isa melakukan ekspansi ke pendanaan yang disponsori pemerintah misalnya infrastruktur. Selain itu bank bisa masuk lebih dalam ke bisnis pengelolaan nasabah kaya dan tekfin.

Sedangkan untuk bank kecil bisa mengambil strategi masuk ke bisnis spesifik seperti pegawai negeri, pensiunan dan UMKM. Selain itu untuk mengoptimalkan pendapatan bunga dan non bunga, bank diharapkan bisa melakukan efisiensi dan penanganan kredit bermasalah lebih baik.

Penanganan NPL ini bisa dilakukan dengan cara restrukturisasi maupun upaya penagihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×