Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
Ramon memastikan ke depannya BTN bakal menyalurkan kredit secara selektif dan prudent untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas aset. Bank pelat merah ini melihat masih ada ruang bagi kualitas aset untuk terus membai.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga memastikan penyaluran kredit di segmen properti dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin.
Per Juni 2026, KPR BCA tumbuh 4,8% yoy dengan total nilai portofolio sebesar Rp 144,3 triliun. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyebut tren ini sejalan dengan kondisi perekonomian.
Baca Juga: Demand Properti Melambat, Pembeli Beralih ke Rumah Secondary dan Kota Penyangga
“Kami optimistis dapat menjaga penyaluran kredit, termasuk KPR,” kata Hera.
Sejalan dengan itu, pihaknya juga terus memonitor risiko dalam rangka menjaga kualitas kredit yang diberikan. BCA juga menyediakan solusi proaktif kepada nasabah untuk menghindari potensi kenaikan NPL.
Hingga Juni 2026, rasio NPL BCA secara total ada di level 1,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














