kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Kredit Properti Melambat, Perbankan Perketat Seleksi Debitur & Jaga Kualitas Kredit


Rabu, 04 November 2026 / 17:39 WIB
Kredit Properti Melambat, Perbankan Perketat Seleksi Debitur & Jaga Kualitas Kredit
ILUSTRASI. Kredit Properti: Calon konsumen melihat rumah contoh di Depok (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pembiayaan properti komersial, khususnya segmen rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan), tengah menghadapi tantangan seiring melambatnya tingkat okupansi.

Meski demikian, sejumlah perbankan tetap melihat ceruk pasar yang potensial dengan mempertebal strategi kehati-hatian guna menjaga kualitas kredit tetap sehat.

Dari data OJK segmen kredit ini turun 1,67% per Agustus menjadi Rp 29,88 triliun dari posisi Rp 30,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ekonom: Biaya Dana dan Tekanan Margin Bayangi Efisiensi Bank Besar

Lesunya penyaluran pembiayaan tersebut tidak lepas dari dinamika kawasan komersial yang mulai sepi penyewa, sehingga membuat calon debitur berhitung lebih cermat.

Consumer Lending Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Enriko Sutarto, membenarkan bahwa pergeseran perilaku pasar sangat dipengaruhi oleh indikator makro.

"Kami melihat bahwa permintaan terhadap pembiayaan properti masih tetap ada, namun masyarakat saat ini cenderung lebih selektif dalam mengambil keputusan pembiayaan, sejalan dengan perkembangan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat," ujar Enriko kepada Kontan, Rabu (4/11/2026).

Kendati pasar lebih pemilih, Danamon masih memetakan tingginya potensi pembiayaan ruko di kawasan penyangga Jakarta (Bodetabek) seperti BSD City, Serpong, Karawaci, dan Cikarang, terutama yang ditopang aktivitas logistik dan industri.

Hingga semester I 2026, kinerja KPR Danamon sukses mencatatkan peningkatan sekitar 7% - 9% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan rata-rata ticket size di kisaran Rp 1,5 miliar serta penawaran bunga kompetitif mulai 3,75% fixed tiga tahun.

Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit ruko dan rukan yang positif pada tahun ini, sejalan dengan laju perekonomian.

Hingga September 2026, outstanding KPR BCA tercatat tumbuh sehat mencapai Rp 143,7 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) BCA pun secara keseluruhan mampu ditekan pada level rendah 1,8%. 

Baca Juga: Danantara Buka Peluang Payroll Pegawai BUMN ke Bank Syariah, BSI Siap Garap Pasar

"Upaya BCA dalam menjaga kualitas kredit properti antara lain dengan pemanfaatan data analytics, serta pengenalan nasabah yang lebih dekat dari cabang," kata Hera kepada Kontan, Rabu (4/11/2026).

Langkah kehati-hatian serupa juga diterapkan oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sekretaris Perusahaan BTN, Ramon Armando, menekankan bahwa pihaknya mengandalkan early warning system dan evaluasi portofolio secara berkala.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gagal bayar sejak dini dengan memantau langsung tingkat okupansi kawasan dan kelayakan usaha debitur.

Ke depan, BTN dan pelaku perbankan lainnya sepakat bahwa fokus penyaluran kredit komersial akan diarahkan pada properti dengan harga terjangkau bagi pelaku UMKM yang didukung permintaan riil.

Seleksi agunan yang pruden dan kolaborasi erat bersama ekosistem pengembang menjadi kunci utama perbankan dalam memastikan portofolio pembiayaan ruko tetap tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan hingga tutup tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×