kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.195   21,00   0,12%
  • IDX 4.882   -21,89   -0,45%
  • KOMPAS100 627   -2,54   -0,40%
  • LQ45 498   1,12   0,23%
  • ISSI 162   -1,86   -1,13%
  • IDX30 281   1,12   0,40%
  • IDXHIDIV20 380   2,25   0,60%
  • IDX80 72   -0,28   -0,39%
  • IDXV30 105   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 95   0,76   0,81%

Bank Ina Perdana (BINA) Rampungkan Private Placement, Raup Dana Rp 50 Miliar


Rabu, 04 November 2026 / 13:56 WIB
Bank Ina Perdana (BINA) Rampungkan Private Placement, Raup Dana Rp 50 Miliar
ILUSTRASI. NULL (Dok/Bank INA)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) merampungkan aksi korporasi penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement. Dalam hajatan ini, bank membidik dana segar hingga puluhan miliar rupiah.   

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/11/2026), emiten perbankan berkode saham BINA ini menerbitkan sebanyak 13.812.155 atau 13,81 juta saham baru. 

Untuk diketahui, dengan penerbitan ini, total jumlah saham BINA meningkat dari sebelumnya 6.134.716.665 saham menjadi 6.148.528.820 saham. 

Baca Juga: Dana SAL di Bank Ditarik November, BNI: Kepastian Penarikan Beri Ruang Likuiditas

Adapun saham baru yang diterbitkan dipatok dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Sementara itu, harga pelaksanaan private placement ini ditetapkan di level Rp 3.620 per saham.   

Dari aksi korporasi yang resmi dicatatkan pada 3 November 2026 ini, BINA sukses menghimpun total dana segar sebesar lebih dari Rp 50 miliar.

Seluruh saham baru tersebut diambil bagian secara penuh oleh PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi.

Manajemen BINA menyebutkan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari hasil private placement ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, bakal digunakan sepenuhnya untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Dalam kaitannya dengan itu, aksi korporasi ini disebutkan termasuk sebagai langkah strategis dalam mendukung pemenuhan modal inti bank.

Memang, tahun lalu Otoritas Jasa Keuangan mengumumkan wacana penghapusan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I. Alhasil, bank-bank dalam kelompok ini perlu menambah modal intinya minimal menjadi Rp 6 triliun untuk dapat naik kelas ke KBMI II. 

Hingga September 2026, modal inti BINA terpantau susut menjadi Rp 2,64 triliun dari posisi Rp 3,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×