kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.905   -83,00   -0,46%
  • IDX 6.132   10,38   0,17%
  • KOMPAS100 795   2,00   0,25%
  • LQ45 608   0,26   0,04%
  • ISSI 213   1,28   0,61%
  • IDX30 337   -0,36   -0,11%
  • IDXHIDIV20 429   1,92   0,45%
  • IDX80 91   0,22   0,24%
  • IDXV30 116   0,99   0,86%
  • IDXQ30 110   0,25   0,22%

Kredit ritel Bank Mandiri tumbuh 13,7% pada 2017


Selasa, 06 Februari 2018 / 21:50 WIB
ILUSTRASI. Paparan Kinerja Bank Mandiri


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengatakan kredit ritel perseroan pada 2017 atau year on year (yoy) tumbuh 13,7% mencapai Rp 223,1 triliun.

Direktur Ritel Bank Mandiri Tardi menyebut komposisi kredit ritel terhadap total kredit secara bank only mencapai 34,6%. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari porsi di tahun 2016 sebesar 33,1%.

Jika dirinci berdasarkan segmen kreditnya, kredit mikro tumbuh paling tinggi sebesar 22,2% yoy dari Rp 50,6 triliun menjadi Rp 61,9 triliun. Sementara itu kredit konsumer tumbuh 18,1% yoy menjadi Rp 89,3 triliun.

Disusul dengan realisasi pertumbuhan kartu kredit sebesar 13% dari Rp 9,1 triliun menjadi Rp 10,3 triliun. "Ritel kami punya potensi besar, terutama dari KPR (kredit pemilikan rumah) yang tahun lalu tumbuh 10% yoy," kata Tardi di Jakarta, Selasa (6/2).

Sementara itu, untuk di tahun 2018 Tardi mengatakan kredit ritel akan lebih difokuskan pada pertumbuhan KPR dan kredit payroll.

Pasalnya, selama ini Bank Mandiri telah memiliki 4 juta nasabah payroll, dari jumlah tersebut baru 1 juta nasabah yang tercatat menggunakan layanan kredit perseroan. "Asumsi payroll 4 juta, kita baru sumbang 1 juta. Sehingga potensinya masih besar dari payroll loan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×