kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Mandiri catat kredit tumbuh 10,2% pada 2017


Selasa, 06 Februari 2018 / 21:02 WIB
ILUSTRASI. Paparan Kinerja Bank Mandiri


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun lalu mencapai 10,2% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 729,5 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dari total kredit tersebut, kontribusi pembiayaan produktif sebesar 74,7% dari total portofolio atau sebesar Rp 544,6 triliun.

Adapun, total realisasi kredit produktif perseroan mengalami peningkatan sebesar 7,2% secara tahunan atau yoy. Kartika menambahkan selain dari kredit produktif, penyaluran kredit modal kerja juga naik 4,0% menjadi Rp 335,9 triliun dan kredit investasi yang mencapai Rp 208,7 triliun, naik 12,9% dari periode yang sama tahun lalu.

"Kami optimistis di tahun 2018 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,2%, yang dapat memacu kredit tumbuh juga sebesar 11% sampai 12% di tahun ini," ujar Tiko, sapaan akrab Kartika.

Jika di rinci berdasarkan segmennya, kredit mikro mengalami pertumbuhan paling tinggi mencapai 22,2% menjadi Rp 61,6 triliun. Disusul oleh kredit korporasi yang mendominasi kredit mencapai Rp 264,2 triliun atau tumbuh 14,7% yoy.

Catatan saja, di sektor infrastruktur Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 141,0 triliun atau 58,7% dari total komitmen yang telah diberikan sebesar Rp 240,1 triliun.

Kredit tersebut disalurkan kepada 8 sektor utama yakni Transportasi senilai Rp 31,3 triliun, Tenaga Listrik Rp 31,3 triliun, Migas dan Energi Terbarukan Rp 18,4 triliun, Konstruksi sebanyak Rp 15,5 triliun, Perumahan Rakyat & Fasilitas Kota menembus Rp 10,6 triliun, Telematika sebesar Rp 9,3 triliun, Jalan Rp 7,6 triliun dan Lainnya Rp 10,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×