kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.892   10,00   0,06%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Krisis Mesir belum pengaruhi bisnis remittance perbankan


Jumat, 04 Februari 2011 / 12:36 WIB
ILUSTRASI. CEO dan Founder Amazon Jeff Bezos saat meluncurkan roket pendarat ruang angkasa milik perusahaannya


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Perbankan mengaku, krisis geopolitik Mesir belum mempengaruhi bisnis remittance. Salah satunya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank BUMN ini mengaku, hingga saat ini, belum ada dampak yang dirasakan baik dari sisi volume atau nilai transaksi.

"Volumenya memang tidak terlalu besar," kata Direktur Treasury, Financial Institution & Special Asset Management Bank Mandiri, Thomas Arifin, hari ini (4/2).

Tahun lalu, tercatat transaksi trade finance dalam bentuk ekspor di Mesir melalui Bank Mandiri sebesar US$ 14,5 juta sedangkan transaksi remittance mencapai US$ 20 juta.

PT BNI Tbk (BBNI) juga mengaku bersih dari imbas krisis Mesir. "Transaksi remittance dari Timur Tengah dan Malaysia memang sangat besar, tapi tidak ada yang berasal dari Mesir," ujar Direktur Treasury & Financial Institution Bank BNI, Adi Setianto.

Tahun lalu, transaksi remittance BNI dari Timur Tengah memang turun hingga 5%. "Tapi disebabkan oleh pemulangan TKI dalam jumlah besar, juah sebelum Mesir bergejolak," ujar Adi. Penurunan disumbang oleh beberapa wilayah seperti Abu Dhabi, Dubai dan Kuwait.

Selama 2010, fee based income dari transaksi remittance BNI naik 14% dan transaksi slip maupun amount naik 15%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×