kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kurangi reputasi buruk, P2P lending didorong beri pendanaan ke sektor produktif


Minggu, 21 November 2021 / 15:24 WIB
ILUSTRASI. Peer to Peer Lending. 


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

“Pertumbuhan sektor produktif kita sangat masive dalam 3 tahun terakhir ini dengan hasil yang sangat baik, walaupun di tengah pandemi covid 19 ini,” ujar Chief Marketing Officer MauCash Indra Suryawan kepada KONTAN, akhir pekan kemarin.

Indra pun menyampaikan bahwa saat ini pihaknya berupaya untuk lebih agresif dalam memberikan pembiayaan produktif ke berbagai sektor di seluruh Indonesia dalam cakupan area kerjanya.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai perusahaan dari berbagai sektor. “Mulai dari FMCG, manufacture, otomotif, tourism, logistic, telekomunikasi dan lainnya hal ini sudah dilakukan oleh MauCash dari 2018 hingga sekarang ini,” imbuh Indra.

Sementara itu, Bussines Development Manager AdaKami, Jonathan Kriss menyampaikan bahwa peminjam di platformnya yang menggunakan dana untuk produktif meningkat menjadi 40% per kuartal II-2021. 

“Memang dampak pandemi juga ya, jadi user-user kita sudah lumayan bijak dalam menggunakan dananya, tapi memang konsumtif tetap menjadi terbesar kedua setelah dana usaha,” ungkap Jonathan.

Selanjutnya: Kantor cabang luar negeri BNI catatkan pertumbuhan kredit 3% jadi US$ 3,7 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×