kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bank Daerah Melorot di Kuartal I-2023, Begini Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 11 Mei 2023 / 06:48 WIB
Laba Bank Daerah Melorot di Kuartal I-2023, Begini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang kuartal I-2023. KONTAN/Baihaki


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang kuartal I-2023. Laba bersih sejumlah bank BPD melorot, bahkan ada yang masih konsisten merugi.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim misalnya, mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 305,21 miliar pada kuartal I-2023, atau turun 32,6% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 453,6 miliar.

Sementara itu, dikutip dari laporan keuangan perseroan, penyaluran kredit Bank Jatim masih dapat bertumbuh sekitar 13,44% yoy atau mencapai Rp 47,99 miliar. Secara rinci, pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada sektor konsumer sebesar 17,43% dan sektor Komersial & SME sebesar 7,77%.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menyatakan, kinerja penyaluran kredit tersebut melebihi dari target bank Jatim sebesar 12%-13%.

Rasio NPL Gross Bank Jatim juga mengalami penurunan dari 4,76% pada kuartal I/2022 menjadi 3,03% pada kuartal I/2023. Hal tersebut menunjukkan kualitas kredit bankjatim semakin sehat.

Di sisi lain, dari sisi kinerja dana pihak ketiga (DPK) sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, tercatat alami penurunan 15,04% dari Rp 91,35 miliar di kuartal I-2022 menjadi Rp 77,61 miliar di kuartal I-2023.

Baca Juga: Bank BJB Bidik Pertumbuhan KPR Hingga 18% di 2023

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) juga mencatatkan penurunan laba bersih perseroan sepanjang kuartal I-2023 sebesar 38,22% yoy menjadi Rp 366,15 miliar dari Rp 592,71 miliar pada tahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan perseroan, penurunan laba tersebut salah satunya dikarenakan penurunan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank sebesar 17% menjadi Rp 1,55 triliun dari posisi sebelumnya Rp 1,88 triliun. Beban bunga Bank juga tercatat menebal 48% menjadi Rp 1,63 triliun. Sementara pendapatan bunga hanya tumbuh tipis sebesar 7% menjadi Rp 3,19 triliun.

Sementara dari sisi intermediasi, bank berhasil menyalurkan kredit Rp 108,12 triliun, naik 10,11% dari posisi yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp 98,19 triliun. Peningkatan tersebut mendorong total aset bank tumbuh 4% menjadi Rp165,48 triliun.

Dari sisi kualitas aset berada dalam kondisi terjaga alami kenaikan. Terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank secara gross naik tipis 2 bps menjadi 1,21% dan NPL net naik 19 bps menjadi 0,53%.

Sementara itu, himpunan dana pihak ketiga (DPK) bank tercatat naik tipis 0,38% menjadi Rp 121,28 triliun dari posisi sebelumnya Rp 120,82 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut utamanya didorong oleh tabungan yang meningkat 6% menjadi Rp 23,81 triliun.

Sedangkan PT BPD Banten Tbk (BEKS) belum berhasil keluar dari kerugian. Di tiga bulan pertama tahun ini, bank ini merugi Rp 28,66 miliar.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menilai, prospek saham bank daerah masih cukup positif di tahun ini, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup baik di tahun ini.

Serta kata Fajar didukung oleh proyeksi pertumbuhan kredit yang masih cukup solid. Ditambah lagi ada momen kampanye pemilu tahun depan yang berpotensi mengerek konsumsi masyarakat.

"Secara fundamental BJBR menarik untuk dikoleksi, seiring dengan profitabilitas yang cukup tinggi serta tingkat risiko yang tergolong rendah terhadap bank daerah lain," kata Fajar kepada kontan.co.id

Baca Juga: OJK Dorong Konsolidasi BPD dan BPR Penuhi Aturan Modal Inti hingga Akhir 2024

Di sisi lain, Fajar menerangkan, dari sisi kinerja laba, memang ada potensi penurunan, seiring dengan kenaikan yang sudah cukup signifikan pada tahun sebelumnya, meskipun tidak akan turun dalam.

Secara teknikal, Fajar melihat untuk BJBR masih dalam fased downtren namun ada potensi mengalami rebound.

"Investor sebaiknya wait and see terlebih dahulu, sembari mencermati sinyal uptrend jika resisitance di level Rp 1.255," katanya.

Sementara Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada melihat saham emiten BPD yang menarik adalah yang sudah melantai di bursa seperti BJBR dan BJTM.

"Oleh karena itu saya menargetkan harga saham BJBR di Rp 1.310 dan BJTM di Rp 690," ujar Reza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×