Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) melihat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih memiliki peluang untuk menjadi bagian dari portofolio investasi dana pensiun, meski tingkat imbal hasil (yield) instrumen tersebut cenderung melandai saat ini.
Humas ADPI Syarif Yunus mengatakan, penurunan yield SRBI memang dapat mengurangi daya tarik instrumen tersebut, terutama bagi dana pensiun yang mengejar tingkat imbal hasil lebih tinggi.
Namun, SRBI tetap memiliki daya tarik dari sisi profil risiko yang relatif rendah dan likuiditas yang baik. Hal ini karena keputusan investasi dana pensiun tidak hanya mempertimbangkan tingkat yield, tetapi juga aspek keamanan, likuiditas, serta kebutuhan pencocokan aset dengan kewajiban.
Baca Juga: BI-Rate Ditahan 5,75%, Bunga Deposito Masih Berpotensi Naik hingga Akhir Tahun
"Namun, SRBI tetap menarik sebagai instrumen dengan profil risiko relatif rendah dan likuiditas yang baik," ujarnya kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).
Selain itu, kondisi ini juga tidak serta-merta akan membuat dana pensiun mengurangi alokasi investasinya di SRBI. Dana pensiun dapat melakukan rebalancing secara bertahap dengan mempertimbangkan target imbal hasil, kebutuhan likuiditas, risiko, serta kesesuaian tenor investasi dengan kewajiban.
Akan tetapi ke depannya ia mengatakan, peluang perubahan alokasi bisa semakin terbuka apabila risk-return SRBI dinilai kurang menarik dibandingkan instrumen alternatif seperti Surat Berharga Negara (SBN) maupun deposito.
Meski demikian, keputusan untuk mengurangi alokasi SRBI tidak bersifat otomatis. Dana pensiun tetap perlu melihat kebutuhan masing-masing portofolio dan karakteristik kewajibannya.
"Namun, bagi dana pensiun, responsnya tidak otomatis berupa pengurangan alokasi. Biasanya lebih tepat berupa rebalancing bertahap dengan mempertimbangkan target imbal hasil, likuiditas, risiko, dan kesesuaian tenor dengan kewajiban dana pensiun," jelasnya.
Di samping itu, ia menilai SRBI masih relevan bagi dana pensiun, terutama sebagai instrumen defensif dan likuid. Namun, potensi imbal hasil perlu terus dicermati apabila tren yield terus melandai.
Dengan kondisi tersebut, strategi investasi dana pensiun berpotensi diarahkan pada upaya mempertahankan SRBI sebagai salah satu bagian portofolio sekaligus melakukan diversifikasi dan rebalancing ke instrumen lain yang memiliki karakteristik risk-return lebih menarik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














