Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
PT Bank Maspion Indonesia Tbk juga tidak luput dari tekanan. Laba bersih bank ini turun 50,31% YoY menjadi Rp 25,03 miliar dari Rp 50,37 miliar.
Faktor penyebabnya antara lain kenaikan beban operasional menjadi Rp 319,0 miliar dari Rp 269,3 miliar, serta peningkatan beban bunga menjadi Rp 413,9 miliar dari Rp 359,9 miliar.
Chief Finance Officer Bank Maspion, Deasy Wulaningsih, mengatakan manajemen mengambil langkah proaktif untuk menjaga kualitas aset dan kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Baca Juga: KB Bank (BBKP) Cetak Laba Bersih Rp 373 Miliar pada Semester I-2025
“Manajemen mengambil langkah proaktif untuk menjaga kualitas aset dan memastikan tingkat kehati-hatian dalam pemberian kredit yang berdampak pada penurunan kredit yang diberikan. Akibatnya, Bank Maspion mencatat penurunan laba bersih per Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” jelas Deasy.
Meski demikian, ia menyatakan Bank Maspion tetap optimistis dapat membukukan perbaikan kinerja pada semester II, terutama melalui pertumbuhan kredit pada segmen korporasi yang selama ini menjadi penopang utama bisnis.
Pengamat perbankan, Moch Amin Nurdin, menilai penurunan laba bersih sejumlah bank dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi yang stagnan, menurunnya belanja masyarakat, serta rendahnya pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).
Baca Juga: Hana Bank Raih Laba Bersih Rp 330 Miliar di Semester I-2025
“Selain itu, likuiditas perbankan makin ketat dan rata-rata rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) mengalami kontraksi, yang mana ini membutuhkan biaya pencadangan yang cukup. Sehingga ini juga menggerus laba,” ujarnya.
Selanjutnya: Pendapatan MLBI Tumbuh 6% pada Semester I-2025
Menarik Dibaca: Ide Meja Rias Kamar Mandi Kecil, Mewah dan Modern untuk Rumah Minimalis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News