kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Laba Bersih Sejumlah Bank Menyusut Tajam pada Semester I-2025, Ini Pemicunya


Jumat, 29 Agustus 2025 / 18:42 WIB
Laba Bersih Sejumlah Bank Menyusut Tajam pada Semester I-2025, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Suasana transaksi nasabah di Bank Woori Saudara (BWS) Jakarta, Rabu (29/4/2020). Performa keuangan bank di semester I-2025 mengecewakan. Lima bank ini mengalami penurunan laba hingga 74%! Simak detailnya di sini.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - – JAKARTA. Sejumlah bank telah merilis laporan keuangan semester I-2025. Dari data tersebut terlihat, beberapa bank mencatatkan penurunan laba bersih cukup signifikan hingga akhir Juni 2025.

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) mengalami penurunan laba bersih paling dalam. Laba bersihnya anjlok 74,90% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 82,7 miliar, padahal pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 328,9 miliar.

Kemerosotan ini didorong oleh peningkatan beban operasional yang naik menjadi Rp 742,1 miliar dari sebelumnya Rp 449,4 miliar. Selain itu, biaya provisi meningkat menjadi Rp 130,7 miliar dari Rp 119,5 miliar, serta pendapatan nonbunga menurun menjadi Rp 111,9 miliar dari Rp 167,3 miliar.

Baca Juga: Ini Penyebab Kinerja Laba Bank Swasta Ungguli Bank BUMN di Semester I-2025

Direktur Risiko dan Kepatuhan Bank Woori Saudara, Wuryanto, menjelaskan penurunan ini merupakan langkah antisipatif bank.

“Penurunan laba bersih pada semester I-2025 disebabkan oleh langkah antisipatif kami dalam memperbesar pencadangan serta penyesuaian beban operasional yang bersifat sementara,” kata Wuryanto kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).

Ia menambahkan, Bank Woori Saudara tetap optimistis menghadapi semester II-2025. “Meski demikian, kami tetap optimistis menghadapi semester II. Potensi pemulihan ekonomi dan efisiensi operasional akan menjadi pendorong perbaikan kinerja,” lanjutnya.

PT Bank Sahabat Sampoerna juga mencatat penurunan laba bersih yang tajam. Laba bersih bank ini merosot 71,90% YoY menjadi Rp 11,2 miliar, dari Rp 40,1 miliar pada periode sama tahun lalu. 

Baca Juga: BNI Raup Laba Bersih Rp 10 Triliun di Semester I-2025

Penurunan pendapatan bunga menjadi Rp 775,2 miliar dari Rp 832,1 miliar, dan pendapatan nonbunga turun ke Rp 93,4 miliar dari Rp 113,6 miliar. Beban operasional juga naik menjadi Rp 312,8 miliar dari Rp 283,3 miliar.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyebut kondisi ini cerminan tantangan ekonomi makro.

“Namun, periode semester-I ini juga kami manfaatkan untuk melakukan konsolidasi internal dan investasi strategis yang kami yakini akan menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan di masa depan, termasuk penguatan manajemen risiko kredit,” ujarnya.

Henky menegaskan, Bank Sampoerna optimistis menghadapi semester II dengan strategi berupa inovasi digital, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan kualitas aset.

PT Bank Ina Perdana Tbk juga mencatat penurunan laba bersih sebesar 64,15% YoY. Laba bersih bank ini turun menjadi Rp 24,69 miliar per Juni 2025, dari Rp 68,88 miliar pada periode sama tahun lalu. 

Baca Juga: KB Bank (BBKP) Cetak Laba Bersih Rp 373 Miliar di Semester I-2025

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh pendapatan bunga yang merosot 25,7% YoY menjadi Rp 1,37 triliun, dibandingkan Rp 1,60 triliun tahun sebelumnya.

Sementara itu, PT Bank Bumi Arta Tbk melaporkan laba bersih Rp 19,3 miliar, turun 55,30% YoY dari Rp 43,3 miliar. Penurunan ini dipicu oleh perubahan pada pos provisi. Jika pada tahun lalu bank mencatat pemulihan provisi sebesar Rp 19,2 miliar, kini justru menanggung beban provisi Rp 3,6 miliar.

PT Bank Maspion Indonesia Tbk juga tidak luput dari tekanan. Laba bersih bank ini turun 50,31% YoY menjadi Rp 25,03 miliar dari Rp 50,37 miliar. 

Faktor penyebabnya antara lain kenaikan beban operasional menjadi Rp 319,0 miliar dari Rp 269,3 miliar, serta peningkatan beban bunga menjadi Rp 413,9 miliar dari Rp 359,9 miliar.

Chief Finance Officer Bank Maspion, Deasy Wulaningsih, mengatakan manajemen mengambil langkah proaktif untuk menjaga kualitas aset dan kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

Baca Juga: KB Bank (BBKP) Cetak Laba Bersih Rp 373 Miliar pada Semester I-2025

“Manajemen mengambil langkah proaktif untuk menjaga kualitas aset dan memastikan tingkat kehati-hatian dalam pemberian kredit yang berdampak pada penurunan kredit yang diberikan. Akibatnya, Bank Maspion mencatat penurunan laba bersih per Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” jelas Deasy.

Meski demikian, ia menyatakan Bank Maspion tetap optimistis dapat membukukan perbaikan kinerja pada semester II, terutama melalui pertumbuhan kredit pada segmen korporasi yang selama ini menjadi penopang utama bisnis.

Pengamat perbankan, Moch Amin Nurdin, menilai penurunan laba bersih sejumlah bank dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi yang stagnan, menurunnya belanja masyarakat, serta rendahnya pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).

Baca Juga: Hana Bank Raih Laba Bersih Rp 330 Miliar di Semester I-2025

“Selain itu, likuiditas perbankan makin ketat dan rata-rata rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) mengalami kontraksi, yang mana ini membutuhkan biaya pencadangan yang cukup. Sehingga ini juga menggerus laba,” ujarnya.

Selanjutnya: Pendapatan MLBI Tumbuh 6% pada Semester I-2025

Menarik Dibaca: Ide Meja Rias Kamar Mandi Kecil, Mewah dan Modern untuk Rumah Minimalis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×