Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil menggenjot laju pertumbuhan kinerjanya di awal semester II tahun ini.
Hingga Juli 2026, emiten bank berkode saham BBNI ini meraup laba bersih secara bank only sebanyak Rp 12,52 triliun, tumbuh 5,53% secara tahunan. Capaian ini melambat dari pertumbuhan laba 6,6% secara year-on-year (yoy) pada Juni 2026.
Menengok laporan keuangan bulanannya, kinerja ini di antaranya ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) sebesar 14,09% yoy menjadi Rp 25,32 triliun.
Baca Juga: Implementasikan PSAK 117, Laba Indonesia Re Melompat Hampir 550%
Memang, pendapatan bunga bank sendiri tumbuh 15,91% yoy menjadi Rp 44,49 triliun, meski beban bunga sebenarnya juga naik 18,4% yoy menjadi Rp 19,17 triliun.
Dari sisi operasional lainnya, beban impairment Bank Mandiri selama juga tujuh bulan pertama ini melonjak 33,27% yoy menjadi Rp 5,43 triliun. Di sisi lain, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi tumbuh 11,91% yoy menjadi Rp 6,45 triliun.
Dus, laba operasional bank hanya tumbuh 8,01% yoy menjadi Rp 15,47 triliun.
Dari sisi intermediasi, nilai kredit yang disalurkan BNI secara bank only mencapai Rp 969,94 triliun atau tumbuh sampai 27,01% yoy. Sejalan dengan itu, total aset bank bertambah 23,2% yoy menjadi Rp 1.438,08 triliun.
Adapun total dana pihak ketiga (DPK) BNI tumbuh subur 28,87% yoy menjadi Rp 1.134,88 triliun. Namun, pertumbuhan ini lebih ditopang oleh dana mahal, dengan catatan lonjakan deposito sebesar 49,53% yoy menjadi Rp 381,23 triliun.
Namun giro juga berhasil tumbuh 29,14% yoy menjadi Rp 462,86 triliun sementara tabungan tumbuh 8,79% yoy menjadi Rp 290,79 triliun. Dus, total dana murah (CASA) bank naik 20,45% yoy menjadi Rp 753,65 triliun.
Dengan begitu, rasio pendanaan terhadap kredit alias loan to deposit ratio (LDR) BNI ada di posisi 85,47%, relatif lebih longgar ketimbang posisi 86,71% pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mandiri Utama Finance Tetapkan DP Mulai dari 10% untuk Pembiayaan Motor Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













