kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba IBK Bank (AGRS) Melonjak 149% Sepanjang Semester 1-2023


Senin, 31 Juli 2023 / 05:15 WIB
Laba IBK Bank (AGRS) Melonjak 149% Sepanjang Semester 1-2023


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) mencatatkan kinerja laba yang meroket di separuh pertama tahun 2023. Tak main-main, laba AGRS melonjak hingga 149% secara tahunan (YoY).

Mengutip laporan keuangannya, bank yang dimiliki oleh Industrial Bank of Korea (IBK) ini membukukan laba periode tahun berjalan senilai Rp 101,1 miliar. Sebagai perbandingan, periode sama tahun lalu, labanya hanya Rp 40,6 miliar.

Salah satu penopang pertumbuhan laba tersebut dikarenakan pendapatan bunga bersih dari AGRS ini juga naik. Dari Rp 195,48 miliar di Juni 2022, kini menjadi Rp 249,8 miliar di Juni 2023.

Baca Juga: Ini Daftar 39 Bank di Indonesia yang Dikuasai Investor Asing

Oleh karena itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) dari IBK Bank tercatat naik 10 basis poin (bps). Kini, NIM dari IBK Bank di periode Januari hingga Juni 2023 tercatat di level 2,75%.

Hanya saja, pertumbuhan laba tersebut sedikit terhambat dikarenakan beban operasional dari IBK Bank juga naik. Kenaikan beban operasional tercatat sekitar 35,3% menjadi Rp 148,8 miliar, terbesar berasal dari beban provisi senilai Rp 129,1 miliar.

 

Dari sisi fungsi intermediasinya sendiri, kredit yang diberikan oleh IBK juga mengalami kenaikan. Periode 31 Desember 2022, kredit yang disalurkan Rp 8,06 triliun dan di Juni 2023 ini menjadi Rp 8,69 triliun.

Baca Juga: Beberapa Emiten Akan Gelar Rights Issue, Simak Rekomendasi dari Analis

Untuk kualitas kredit yang dimiliki, rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) dari IBK Bank juga mengalami perbaikan 43 bps. Kini, NPL Gross nya ada di level 1,58%.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh di periode ini menjadi Rp 8,96 triliun, dari akhir tahun lalu senilai Rp 8,38 triliun. Paling banyak berasal dari deposito senilai Rp 5,92 triliun.

Selanjutnya: Update Harga Emas Hari Ini, Cek Potensi Untung dan Ruginya!

Menarik Dibaca: Perlu Anda Tahu, Ini Gejala dan Penyebab Mata Kering

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×