kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Laba Industri Fintech Lending Capai Rp 2,27 Triliun pada 2025


Jumat, 06 Maret 2026 / 05:30 WIB
Laba Industri Fintech Lending Capai Rp 2,27 Triliun pada 2025
ILUSTRASI. Laba industri fintech P2P lending melonjak 37,58% pada 2025, mencapai Rp 2,27 triliun. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri fintech peer to peer (P2P) lending menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 37,58% secara Year on Year (YoY) pada 2025. Adapun laba industri pada 2024 tercatat sebesar Rp 1,65 triliun.

"Adapun akumulasi laba industri pindar selama satu tahun hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp 2,27 triliun," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3/2026).

Sementara itu, Agusman menerangkan laba industri fintech lending tercatat sebesar Rp 158,33 miliar pada Januari 2026. Melihat kinerja tersebut, dia optimistis laba industri akan terus menunjukkan potensi pertumbuhan positif pada 2026, dengan tetap mengedepankan penguatan manajemen risiko dan kualitas pembiayaan.

Baca Juga: Tak Capai Kesepakatan, Proses Merger 2 Fintech Lending Syariah Gagal di Tengah Jalan

Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat faktor utama laba fintech lending terus meningkat karena diikuti penyaluran pembiayaan fintech lending yang juga meningkat. Kenaikan penyaluran itu artinya ada kenaikan pendapatan operasional dari platform.

Berdasarkan data OJK, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 98,54 triliun per Januari 2026. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,52% secara tahunan.

Baca Juga: Bisnis Remitansi Perbankan Diproyeksi Terus Tumbuh Positif pada 2026

Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Januari 2026 tercatat sebesar 4,38%. Adapun angka TWP90 per Januari 2026 meningkat, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025 yang sebesar 4,32%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×