kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Lebih kondusif, perbankan optimis likuiditas bakal longgar di 2020


Rabu, 29 Januari 2020 / 18:26 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan menghitung uang nasabah di Bank BJB cabang Surabaya di sela-sela peresmian gedung tersebut, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/4). Lebih kondusif, perbankan optimis likuiditas longgar di 2020. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc/18.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mengatakan posisi likuiditas perusahaan masih solid. Direktur Bank BJB Rio Lanasier menjelaskan per akhir Desember 2019 lalu posisi RIM terjaga di level 90,4%.

Sementara itu, dari sisi pendanaan saat ini pihaknya memang masih mengandalkan DPK. Menurut hitung-hitungannya, dari total pendanaan perseroan 90% merupakan DPK sementara sisanya adalah non DPK. "RIM kami masih dijaga dalam kisaran 82%-92% tahun ini," terangnya.

Baca Juga: Amankan likuiditas, Bank BJB terbitkan obligasi berkelanjutan Rp 1 triliun

Ia juga menambahkan, ekses likuiditas harian Bank BJB masih cukup longgar yakni mencapai Rp 8 triliun.

Adapun, guna untuk lebih mengamankan kondisi likuiditas di tahun ini. Bank bersandi saham BJBR ini pun juga sudah menerbitkan obligasi subordinasi berkelanjutan dengan target dana Rp 1 triliun.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi menerangkan dana tersebut nantinya akan dipakai untuk mendorong pertumbuhan kredit sebesar 10%-11% yoy tahun ini. "Fokus kami di segmen konsumer dan infrastruktur daerah," ujarnya.

Baca Juga: The Fed diramal akan pertahankan suku bunga




TERBARU

[X]
×