kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Malam ini, DPR putuskan dua nama baru Deputi Gubernur BI


Rabu, 07 Desember 2011 / 13:51 WIB
Malam ini, DPR putuskan dua nama baru Deputi Gubernur BI
ILUSTRASI. Truk bertonase besar membawa batuan hasil tambang untuk diproses di area penambangan emas Tujuh Bukit milik PT Bumi Suksesindo (BSI). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. Komisi XI-DPR RI yang membawahi sektor keuangan, akan memutuskan dua nama pilihan pengisi dua jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia, malam ini.

Empat kandidat yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan yakni Perry Warjiyo, Ronald Waas, Muliaman Dharmansyah Hadad, dan Riswinandi, akan bersaing ketat memperebutkan suara anggota dewan.

Nusron Wahid, anggota Komisi XI-DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, mengungkapkan, persaingan antara dua kandidat untuk kursi Deputi Gubernur BI yang membawahi bidang perbankan, yakni antara Riswinandi dan Muliaman D Hadad, masih sangat ketat. Keduanya dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan yang cukup berimbang.

Riswinandi misalnya, unggul dari sisi pengalamannya sebagai praktisi perbankan. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri tersebut dinilai akan mampu menjembatani perbedaan pendapat antara industri dan regulator. Sementara Muliaman, yang kini merupakan Deputi Gubernur BI di bidang perbankan, dinilai sudah mumpuni tentang pengaturan perbankan.

Namun, keduanya juga memiliki kekurangan yang layak dicermati. Terkait usulan kebijakan resiprokal perbankan misalnya, Nusron menilai Muliaman masih perlu dipertanyakan komitmennya. "Banyak yang mempertanyakan selama dia menjabat mengapa resiprokal ini tidak bisa berjalan. Mengenai usulan yang dia sampaikan, mungkin bisa jadi pertimbangan teman-teman nanti. Hanya saja, mengapa kemarin-kemarin tidak dilakukan?" kata Nusron, Rabu (7/12).

Adapun Riswinandi, menurut Nusron, perlu dicermati independensinya. "Ditakutkan dia berpihak ke industri, supervisi kan harusnya prudent," kata Nusron.

Adapun dua calon Deputi Gubernur BI yang akan membawahi bidang Sistem Pembayaran yakni Perry Warjiyo dan Ronald Waas, juga bersaing ketat. Nusron menilai, Ronald Waas memiliki keunggulan karena latar belakangnya di sektor Sistem Pembayaran sudah cukup mumpuni. Ronald kini menjabat sebagai Direktur Direktorat Akuntansi dan Sistem Pembayaran BI.

Adapun Perry yang kini menjabat sebagai Direktur Riset Ekonomi dan Moneter BI, terbilang unggul dari sisi penguasaan makroekonomi. "Kita butuh orang yang tahu sistem pembayaran. Tapi belum tahu juga nanti keputusannya," beber Nusron.

Maruarar Sirait, anggota Komisi XI-DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, mengungkapkan, partainya telah bulat memilih Ronald Waas untuk posisi Deputi Gubernur BI yang membawahi Sistem Pembayaran. Sedangkan untuk sektor perbankan, Fraksi PDI-P sejauh ini masih belum memutuskan. "Kami akan membahas internal dulu," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×