kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mandiri berharap pertumbuhan remittance mencapai 50% sepanjang 2011


Selasa, 15 Maret 2011 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. OPINI - Parto Kawito - Parto Kawito - Saham-saham Langganan Window Dressing. Beliau adalah Direktur PT Infovesta Utama


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan remittance per akhir Desember 2010 melonjak hingga 52,5% menjadi lebih dari Rp 805 triliun (unaudited). Dari jumlah itu, hampir 74% di antaranya tercatat sebagai pengiriman uang ke dalam negeri (incoming remittance).

Sedangkan frekuensi transaksi yang dilayani oleh bank BUMN ini mencapai 1,5 juta transaksi. "Besarnya frekuensi transaksi tersebut terutama ditopang oleh pengiriman uang oleh para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang mencapai 30% dari total transaksi incoming remittance yang dilayani," ujar Direktur Treasury, Financial Institutions and Special Asset Management Bank Mandiri Thomas Arifin.

Sebagai bank dengan aset terbesar, Mandiri telah menjalin kerjama dengan sekitar 1.900 bank koresponden di berbagai negara. "Ke depan, kami akan terus membuka kerjasama dengan bank-bank koresponden lainnya, terutama di negara yang memiliki banyak transaksi dengan nasabah Bank Mandiri, termasuk ke negara-negara mitra perdagangan Indonesia,” lanjut Thomas.

Sepanjang 2011, bank dengan kode saham BMRI tersebut berharap bisa mempertahankan pertumbuhan di level 50%. Layanan remittance terutama akan dibuka mengikuti penempatan TKI terbesar, antara lain Saudi Arabia, UAE, Qatar, Kuwait, Jordan, Oman, Korea Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×