kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Mandiri Capital dapat injeksi modal Rp 200 miliar


Senin, 30 Januari 2017 / 20:02 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Mandiri Capital Indonesia (MCI)  akan mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 200 miliar dari induk usaha, yaitu PT Bank Mandiri Tbk pada tahun ini. Sehingga pada 2017, total modal perusahaan modal ventura ini sebesar Rp 550 miliar.

Eddi Danusaputro, Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia mengatakan, dana suntikan dari Bank Mandiri tersebut akan digunakan untuk mendorong inovasi Mandiri Group melalui penyertaan modal kepada startup company fintech yang potensial.

“Saat ini tren digitalisasi industri keuangan semakin meningkat sehingga peran mandiri Capital Indonesia dalam mendorong inovasi Mandiri Group semakin penting,” ujar Eddi, Senin (30/1).

Pada 2016, Mandiri Capital Indonesia telah melakukan investasi pada sejumlah startup companies fintech dengan total investasi di kisaran Rp 210 miliar dengan fokus payment, SME solution dan lending.

Ke depan, Mandiri Capital Indonesia akan terus mendukung pengembangan ekosistem startup company di indonesia khususnya fintech sehingga visi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan ekonomi digital dapat terwujud.

Sebagai salah satu lembaga keuangan terbesar di Indonesia, Bank Mandiri mendukung pengembangan bisnis anak perusahaan sesuai dengan strategi pengembangan bisnis Mandiri Group secara keseluruhan. Termasuk Mandiri Capital Indonesia sebagai perusahaan anak dibidang corporate venture capital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×