kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.539.000   0   0,00%
  • USD/IDR 15.755   0,00   0,00%
  • IDX 7.492   12,43   0,17%
  • KOMPAS100 1.159   4,94   0,43%
  • LQ45 920   6,72   0,74%
  • ISSI 226   -0,39   -0,17%
  • IDX30 475   4,06   0,86%
  • IDXHIDIV20 573   5,12   0,90%
  • IDX80 133   0,95   0,72%
  • IDXV30 141   1,37   0,98%
  • IDXQ30 158   1,02   0,65%

Mandiri target kontribusi anak usaha Rp 2 triliun


Jumat, 24 Agustus 2012 / 10:54 WIB
Mandiri target kontribusi anak usaha Rp 2 triliun
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (depan kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (depan tengah) , di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019).


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan kontribusi laba anak usaha sampai akhir tahun senilai Rp 2 triliun. "Semester I lalu, kontribusi laba anak usaha kami sudah mencapai Rp 900 miliar," kata Direktur Komersial dan Bisnis Banking Bank Mandiri Sunarso saat ditemui dalam halal bi halal di Jakarta, Kamis malam (23/8).

Lebih lanjut! Sunarso bilang, laba terbesar diperoleh dari Axa Mandiri, namun karena kepemilikan saham Bank Mandiri di perusahaan tersebut hanya 51%, maka tidak seluruh kontribusi laba untuk BMRI. "Kontribusi terbesar ada di BSM (Bank Syariah Mandiri) yang ditargetkan bisa memberi laba hingga Rp 800 miliar. Mengingat kepemilikan kami disana 100%," jelasnya.

Untuk menggenjot kinerja BSM, Bank Mandiri akan memberikan tambahan modal senilai Rp 1,1 triliun. "Komitmen kami memang Rp 1,1 triliun, tetapi sebagian sudah kami berikan, sisanya tinggal Rp 500 miliar dan akan diberikan sebelum akhir tahun," ujar Sunarso.

Semakin berkembangnya bisnis BSM dari hari ke hari, Bank Mandiri berencana melepas sebagian saham BSM ke publik. "Karena semakin besar, mereka (BSM) butuh modal besar, beberapa opsinya kan bisa dilepas ke publik," lanjutnya.

Tahun depan, perbankan pelat merah ini akan melihat kondisi pasar saham di Indonesia. Terlebih hingga sekarang belum ada perusahaan perbankan syariah yang go public. "Jadi kami kan tidak tahu apakah nanti akan disukai investor atau bagaimana," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Advokasi Kebijakan Publik di Era Digital (Teori dan Praktek) Mengenal Pentingnya Sustainability Reporting

[X]
×