kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.494   99,41   1,55%
  • KOMPAS100 841   15,84   1,92%
  • LQ45 637   9,97   1,59%
  • ISSI 229   4,05   1,81%
  • IDX30 356   4,59   1,31%
  • IDXHIDIV20 431   3,74   0,88%
  • IDX80 96   1,77   1,87%
  • IDXV30 120   0,91   0,77%
  • IDXQ30 113   1,23   1,10%

Masih Minim, BI Minta Bank Genjot Kucuran Kredit UMKM


Kamis, 20 Agustus 2026 / 12:57 WIB
Masih Minim, BI Minta Bank Genjot Kucuran Kredit UMKM
ILUSTRASI. Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengakui penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian.

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menyebut, pertumbuhan kredit UMKM saat ini baru mencapai 1,2% hingga pertengahan 2026.

“Kredit UMKM saat ini memang menjadi pekerjaan rumah kita semua,” kata Destry dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Kamis (20/8/2026).

Destry bilang, kondisi tersebut menjadi tantangan mengingat peran UMKM yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Menurtnya, saat ini terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja Indonesia dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Baca Juga: Kualitas Aset Perbankan Terjaga pada Semester I-2026, Hapus Buku Kredit Berkurang

Karena itu, Destry mendorong perbankan untuk lebih aktif menyalurkan kredit kepada UMKM. Ia bahkan secara langsung mengajak para bankir yang hadir dalam acara tersebut untuk meningkatkan pembiayaan bagi sektor UMKM.

“Bank bank ayo dong nyalurin kredit buat UMKM. Jadi bukan hanya beli tapi nyalurin kredit,” ujarnya.

Menurut Destry, peningkatan pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong UMKM naik kelas. BI akan terus memperkuat sinergi agar UMKM dapat tumbuh lebih kuat sekaligus menyerap lapangan pekerjaan secara optimal.

BI menyiapkan tiga strategi utama dalam pengembangan UMKM yang diterapkan melalui 46 kantor perwakilan BI di dalam negeri.

Strategi tersebut mencakup penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terintegrasi dan berdaya saing; penguatan pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta perluasan literasi dan sinergi ekonomi dan keuangan inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: BI Perluas Kebijakan MDR QRIS 0% Mulai Oktober 2026, Ini Respons LinkAja

Selain pembiayaan, BI juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran untuk membantu UMKM. Salah satunya melalui kebijakan perluasan merchant discount rate (MDR) QRIS 0%.

Destry menyampaikan, MDR QRIS 0% berlaku untuk transaksi hingga Rp 100.000 pada seluruh kategori merchant. Sementara bagi usaha mikro, MDR 0% tetap berlaku untuk transaksi hingga Rp500.000.

“Kebijakan kami ini adalah menunjukkan keberpihakan, bukan hanya dari Bank Indonesia, tapi ini adalah dari ekosistem sisi pembayaran kita,” jelasnya.

BI berharap kebijakan tersebut dapat memberikan ruang efisiensi biaya transaksi bagi UMKM sehingga manfaat ekonomi digital semakin luas dan inklusif, sekaligus mendukung penguatan daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×